Harga Emas Meredup Terdorong Penguatan Dolar

redaksi.co.id - Harga Emas Meredup Terdorong Penguatan Dolar Harga emas turun di akhir pekan ini dipicu penguatan dolar dan kenaikan harga minyak serta pasar saham. Ini...

18 0

redaksi.co.id – Harga Emas Meredup Terdorong Penguatan Dolar

Harga emas turun di akhir pekan ini dipicu penguatan dolar dan kenaikan harga minyak serta pasar saham. Ini memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya ke posisi tertinggi dalam 13 bulan setelah Bank Sentral Eropa mengumumkan kebijakan stimulus.

Harga emas di pasar spot naik US$ 1.282,51 per ounce, terkuat sejak 3 Februari 2015. Namun kemudian jatuh 1 persen menjadi US$ 1.259,01 per ounce, seusai dolar yang mengalami rebound terhadap euro.

Sementara harga emas AS untuk pengiriman April menetap 1,1 persen menjadi US$ 1.259,40 per ounce, setelah mencapai di posisi US$ 1.287,80 per ounce.

Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, peluncuran langkah-langkah stimulus pada kamis kemarin, termasuk peningkatan pembelian aset dan deposit tarif. Namun ia mengisyaratkan tidak akan ada pemotongan suku bunga lebih lanjut.

“Jika Anda selama ini melihat adanya tarif signifikan negatif di Eropa dan Jepang, Anda telah melihat apa yang akan Anda lihat, terutama dari Eropa,” kata Rob Haworth, Ahli Strategi Investasi Senior U.S. Bank Wealth Management di Seattle.

Adapun saat ini fokus pasar beralih ke rencana pertemuan Federal Reserve AS pada 15-16 Maret yang antara lain membahas perihal kenaikan suku bunga. The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade di bulan Desember.

Jika Fed menetapkan suku bunga tidak berubah pekan depan, ini dikatakan bisa mempengaruhi harga emas, kata analis ETF Securities Martin Arnold.

“Dalam jangka panjang, emas mungkin akan tetap di atas US$ 1.200, sekitar area US$ 1.250. Sementara US$ 1.300 merupakan level resistance yang kuat,” tambah Arnold.

Sementara itu, permintaan emas fisik di Tiongkok melambat pekan ini. Sedangkan pemogokan terkait protes pengenaan pajak menahan permintaan di pasar emas terbesar kedua di dunia, India.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!