Ketika Abimana Aryasatya Jadi Guru Taman Kanak-kanak

redaksi.co.id - Ketika Abimana Aryasatya Jadi Guru Taman Kanak-kanak Abimana Aryasatyayang biasa berakting di depan kamera mendadak harus menjalankan tugas sebagai pengajar.Ini terlihat di Quran Learning...

33 0

redaksi.co.id – Ketika Abimana Aryasatya Jadi Guru Taman Kanak-kanak

Abimana Aryasatyayang biasa berakting di depan kamera mendadak harus menjalankan tugas sebagai pengajar.

Ini terlihat di Quran Learning Center (QLC), Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (12/3).

Abimana kebagian jatah menjadi guru tamu untuk pelajaran akting, yang jadi ekstrakulikuler di lembaga pendidikan tersebut.

Abimana yang tak punya pengalaman khusus sebagai guru, punya trik tersendiri untuk mentransfer pengetahuan yang dia miliki kepada anak-anak.

“Lebih ke cerita aja sih apa yang pernah saya lakukan dan alami. Enggak terlalu berat. Saya bantu ekstrakulikuler seni, Sesuai bidang yang saya kerjakan,” kata Abimana.

Abimana punya harapan besar dari anak-anak yang dihadapinya di kelas. Abimana ingin satu di antara muridnya bisa ikut andil dalam industri perfilman Tanah Air, khususnya film anak-anak.

“Kita enggak punya film anak-anak. Ada yang katanya film anak, tapi kontennya terlalu dewasa. Saya kangen ngajak anak-anak ke bioskop, bisa ketawa bareng, happy, bukan film dengan problematika yang terlalu berat,” ungkap Abimana.

QLC yang semula bergerak sebagai lembaga pendidikan non formal, belakangan bertransformasi untuk bergerak di jalur formal dengan memadukan kurikulum Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan kurikulum yang selama ini sudah dijalankan oleh QLC.

Sebagai ayah dari empat orang anak, Abimana merasa sangat terbantu dengan hadirnya QLC School yang berbasis pada Alquran.

“Sebagai orangtua saya selalu berusaha berikan yang terbaik. Khususnya untuk membangun akhlak biar kuat,” pungkas Abimana.

(ari/gur)

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!