Jangan Tunggu Besok, Ini Alasan Kamu Harus Beli Properti Sekarang

redaksi.co.id - Jangan Tunggu Besok, Ini Alasan Kamu Harus Beli Properti Sekarang Dapatkan penawaran spesial khusus untuk pembelian hari ini. Harga naik mulai besok. Promo properti...

35 0

redaksi.co.id – Jangan Tunggu Besok, Ini Alasan Kamu Harus Beli Properti Sekarang

Dapatkan penawaran spesial khusus untuk pembelian hari ini. Harga naik mulai besok. Promo properti kayak gitu pasti udah gak asing bagi kita-kita yang suka nongkrongin televisi.

Buat sebagian orang, mungkin kalimat itu terdengar lebay. Tapi, ancaman itu ada benarnya juga, lho.

Properti beda dengan harga cabai, yang sering naik-turun. Ada kecenderungan harga properti semakin naik dari waktu ke waktu. Makanya penting untuk beli properti sekarang.

Jadi, gak keliru kalau pengembang properti itu mendesak agar kita cepat-cepat beli. Ya, meski kecil kemungkinannya harga betul-betul naik keesokan harinya.

Intinya, harga properti lebih sering naiknya ketimbang turun. Bahkan bisa dibilang mustahil turun. Yang bikin harga turun biasanya kalau kawasan itu rawan bencana, misalnya banjir dan tanah longsor.

Karena itu, ungkapan orang bahwa kalau mau punya rumah, harus berani itu mendapat pembenaran. Kalau nunda-nunda terus, keburu harganya naik.

Duit di tabungan nambah. Tapi harga rumah juga nambah. Sami mawon alias sama saja.

Namun terus jangan asal beli properti. Perlu trik tertentu agar rumah, apartemen, atau properti lain sesuai dengan pilihan di hati.

Pameran properti adalah tempat buat mereka yang mau berburu properti dengan harga murah. Selain murah, biasanya banyak program promo tertentu di pameran.

Pameran properti jadi ajang ampuh buat berburu rumah

Misalnya bebas biaya kredit pemilikan rumah (KPR). Biaya provisi, notaris, dan lain-lain jadi nol rupiah. Lumayan bingit.

Tapi di pameran yang dijual umumnya properti baru. Kalau mau beli second, bisa kunjungi situs jual-beli properti atau berburu langsung ke kawasan yang diincar terus tanya-tanya penduduk setempat.

Khusus yang mau KPR, pilah-pilah bank yang nawarin KPR terbaik. Terutama suku bunga yang rendah.

Ambil KPR jangan asal, pertimbangkan suku bunganya

Lazimnya, developer udah punya perjanjian kerja sama dengan sejumlah bank tertentu. Jadi, kita tinggal pilih bank yang disodorkan itu.

Dalam soal jual-beli properti, lokasi adalah segalanya. Lokasi menentukan harga properti tersebut. Bahkan yang dulunya harganya hanya Rp 200 juta bisa naik hingga 50 persen.

Ini contohnya terdapat di kawasan yang dilewati proyek light rapid transit (LRT) di Bekasi. Jadi, harus lihat lokasi dan dukungan infrastruktur di sana.

Investasi properti di lokasi yang terpencil ya butuh waktu lama buat menjualnya

Mau gak mau kita juga mesti rajin-rajin baca berita. Siapa tahu lagi ada wacana pembangunan infrastruktur kayak LRT dan mass rapid transit (MRT) di kawasan tertentu.

Sebelum fasilitas itu dibangun, buru-buru deh beli rumah di sana. Dijamin harganya bakal meroket ketika proyek itu sudah jadi.

Ini juga berkaitan dengan berita yang berkaitan dengan properti. Pada 2016, misalnya, suku bunga acuan Bank Indonesia dikabarkan turun.

Investasi juga harus jeli melihat kesempatan

Ini berarti suku bunga KPR juga turun. Kesempatan ini harus dilihat dan dimanfaatkan.

Mumpung suku bunga lagi turun, lho. Nanti kalau nunda-nunda keburu naik lagi bunga tapi gak wangi itu.

Namun, yang mahapenting di atas semua poin tersebut adalah kapasitas finansial. Kalau suku bunga turun tapi keuangan lagi gonjang-ganjing ya sebaiknya gak perlu maksa beli rumah.

Daripada nanti di tengah jalan malah kebelit utang KPR. Jadi, harus hitung dulu matang-matang kondisi keuangan sebelum beli rumah. Terutama yang beli lewat KPR.

Tentukan jumlah cicilan yang masuk akal. Begitu juga periode cicilan atau tenor. Rumus beban KPR adalah makin lama tenor, makin besar risiko kredit macet.

Soalnya kita gak tahu apa yang bisa terjadi pada masa depan. Kalau, amit-amit, terjadi kecelakaan dan merenggut nyawa kita, cicilan bisa terancam gak terbayar lunas.

Kalau ikut asuransi, mungkin ada uang pertanggungan yang bisa dipakai. Tapi kalau gak, ya wasalam.

Jadi, beli rumah gak hanya butuh keberanian. Kematangan rencana juga diperlukan biar segala urusan berjalan lancar.

Berita menarik lainnya:

Bagaimana Nasib Ojek Online?

Bupati Tertangkap Pesta Sabu

Menlu Indonesia Dilarang Masuk Israel

Tak Ada Jokowi, JK Pun Jadi

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!