Marco Rubio, Bintang Partai Republik yang Redup

redaksi.co.id - Marco Rubio, Bintang Partai Republik yang Redup Kekalahan telak di Super Tuesdayketiga di salah satu negara bagian penting, Florida akhirnya menandaskan impian MarcoRubiountuk jadiorang...

23 0

redaksi.co.id – Marco Rubio, Bintang Partai Republik yang Redup

Kekalahan telak di Super Tuesdayketiga di salah satu negara bagian penting, Florida akhirnya menandaskan impian MarcoRubiountuk jadiorang nomor satu di AS. Ia kalah telak dari Donald Trump. Yang menyesakkan hatinya, Sunshine Stateitu adalah rumah senator paling bersinar dari Partai Republik itu.

Super Tuesday memperebutkan suara delegasi dari Florida, Illinois, Missouri, North Carolina dan Ohio.

Florida dan Ohio dianggap paling penting karena dua negara bagian itu pertama kalinya menganut paham ‘winner-takes-all’ atau pemenang menyapu bersih dan tak ada tempat bagi runner up apalagi tempat ketiga. Kemenangan telak kembali diraih oleh miliader nyentrik, Donald Trump di Florida, dengan perolehan 99 kandidat atau 47 persen.

Sementara Rubio harus puas dengan angka 27 persen. Hanya mengumpulkan 163 delegasi, senator Florida itu mundur teratur.

Di depan para pemilihnya ia mengatakan kemundurannya adalah kehendak Tuhan.

Lahir di Miami Florida, 1971 dari imigran Kuba. Orangtuanya datang ke AS pada 1956, beberapa tahun sebelum Fidel Castro jadi presiden.

Pada 1975, orang tuanya mendapatkan warga negara AS secara naturalisasi. Rubio menghabiskan masa kecilnya di Las Vegas, Nevada namun, kembali ke Florida.

Rubio menceritakan bahwa ibunya sempat bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sang ayah sebagai bartender.

Salah satu visi dari kampanyenya adalah untuk menunjukan bahwa apapun bisa terjadi di Amerika. Bahkan seorang imigran yang hidup susah, sekarang bisa dibekali oleh ilmu yang membantunya masuk ke dalam status pencalonan Presiden AS 2016. Ia juga ingin mengingatkan masyarakat AS bahwa dengan kerja keras, semua bisa dicapai.

Jago atletik, Rubio pemain top sepak bola di SMA South Miami dan mendapatkan beasiswa ke Tarkio College di Missouri, namun setelah setahun ia memilih masuk ke University of Florida. Setelah menyelesaikan BA pada 1993, ia mendapatkan gelar sarjana hukum dari University of Miami pada 1996, seperti dilansir dari Biography.com

Rubiomemulai karier sebagai pegawai negeri pada 1998, dengan memenangkan kursi West MiamiCity Commission. Pada 1999, ia memenangkan kursi di parlemen Florida dan menjadi pemimpin utama pada 2003. Tiga tahun kemudian, ia menjadi ketua parlemen Florida.

Semenjak saat itu, bintangnya makin cemerlang. Dibantu oleh anggota Tea Party–kelompok elit– dari Partai Republik ia berhasil masuk ke dalam kancah nominasi capres partai berlambang gajah.

Dan pada April 2015, secara resmi ia mengumumkan pencalonannya menjadi capres AS 2016.

Namun, bintangnya meredup karena beberapa kali tampil melempem di debat. Terutama kegagalan penampilannya di debat GOP di New Hampshire. Ia diserang habis-habisan oleh Gubernur New Jersey, Chris Christie namun tak berhasil menangkal semua. Hasilnya, ia merosot di peringkat 5 setelah lama di peringkat 3.

Yang paling membuat pesonanya menghilang adalah saat debat ke-11 di Detroit. Saat itu lontaran kata vulgar mendominasi antara Rubio dan Donald Trump.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!