Warga Lhokseumawe Tolak Vaksin Polio

153

redaksi.co.id – Warga Lhokseumawe Tolak Vaksin Polio

Dalam Pekan Imunisasi Nasional (PIN) tahun ini, masih ada warga di Lhokseumawe yang menolak anaknya divaksin polio.

Alasan mereka antara lain tak tahu fungsi vaksin tersebut dan ada juga yang menilai polio tetes itu haram karena mengandung enzim babi.

Kadis Kesehatan Lhokseumawe, dr Said Alam Zulfikar, Selasa (15/3/2016) menjelaskan, hal tersebut diketahui saat petugas dinas itu melakukan sweeping ke rumah-rumah warga.

Sweeping kita lakukan karena selama PIN berlangsung tanggal 8 sampai 10 Maret, hanya 70 persen anak dari target 15.709 balita yang dibawa orang tuanya ke pos PIN, ungkap Said.

Terhadap orang tua yang berpikiran seperti itu, lanjutnya, petugas langsung memberi pengertian tentang pentingnya vaksin polio dan fatwa MPU Aceh yang membolehkan vaksin polio tetes.

Setelah diberi pengertian, ada orang tua yang langsung mau anaknya divaksin. Tapi, ada juga yang tetap menolak khususnya yang menganggap polio tetes itu haram, jelas Kadis.

Setelah dilakukan sweeping dan sampai Selasa (15/3/2016), sebut Said, hanya sekitar 90 persen balita sasaran yang sudah mendapat polio tetes.

Ditambahkan, polio tetes sangat penting bagi balita untuk menghindari terjadinya cacat akibat polio.

Bila sudah cacat, menurutnya, balita yang tak divaksin polio tak bisa disembuhkan lagi dan bahkan bisa menyebabkan kematian.

Ia berharap masyarakat bisa tahu polio tetes tersebut sudah boleh digunakan sesuai fatwa MPU Aceh Nomor 3 Tahun 2015.

Bagi masyarakat yang belum memberikan polio tetes kepada anaknya selama PIN, maka ke depan akan tetap dilayani secara gratis di semua tempat layanan kesehatan milik pemerintah di Lhokseumawe, pungkas.(*)

(red/aini/J)

loading...

Comments

comments!