Wakil Ketua GP Anshor DIY Sambut Sukacita Paus Fransiskus

redaksi.co.id - Wakil Ketua GP Anshor DIY Sambut Sukacita Paus Fransiskus Wakil Ketua GP Anshor DIY, Amminuddin Aziz, secara tegas mendukung usulan jika Asian Youth Day...

14 0

redaksi.co.id – Wakil Ketua GP Anshor DIY Sambut Sukacita Paus Fransiskus

Wakil Ketua GP Anshor DIY, Amminuddin Aziz, secara tegas mendukung usulan jika Asian Youth Day 2017 (AYD) diadakan di Gunung Kidul, yang menurut rencana akan dihadiri oleh Paus Fransiskus.

Selain GP Anshor DIY, dukungan juga datang dari Ketua Pemuda Katolik Komda Jateng Stevanus Boncu, Ketua Pemuda Katolik Komda DIY Agustinus Budiarta dan mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Yogyakarta Hendri.

Usulan Gunung Kidul sebagai tempat penyelenggaraan AYD dicetuskan oleh Endro Guntoro, Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Gunung Kidul pada pekan lalu.

Saya menyambut sukacita jika Paus Fransiskus berkunjung ke Gunung Kidul. Jika ikuti pemberitaan di media, kedatangan Paus Fransiskus selalu membawa kebaikan dan perubahan. “

“Pertama, beliau Paus Fransiskus sosok pribadi pemimpin Vatikan tetapi turut memperjuangkan kemerdekaan Palestina.”

“Kedua, kedatangan Paus Fransiskus sudah pasti akan menjadi berkah dan keuntungan berlipat bagi Gunungkidul, ujar Aziz berdasar rilis yang masuk ke redaksi Tribunnews.com, Selasa (15/3/2016).

Aziz meyakini, jika terjadi Paus mengunjungi Gunung Kidul itu merupakan suatu kehormatan bagi warga kabupaten termiskin di DIY tersebut.

Gunung Kidul yang miskin akhirnya mendunia karena Paus dan saya meyakini kemiskinan Gunung Kidul akan terhapus dengan kehadiran Paus.

Yang diusulkan oleh Pemuda Katolik Komcab Gunung Kidul agar AYD diadakan di kabupaten ini, pasti bukan hanya karena urusan agama tetapi sudah pasti urusan kehidupan masyarakat Gunung Kidul seluruhnya.

Bahkan Aziz yang aktivis Forum Lintas Iman Gunungkidul itu juga menawarkan beberapa ponpes yang cocok untuk disambangi oleh Paus.

Ada beberapa ponpes yang memang sudah biasa menjadi live-in bagi calon biarawan biarawati juga pendeta dan calon bikku.”

“Syukur beliau nanti juga berkanan mampir, tegas Aziz yang juga Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Gunungkidul sembari menyatakan kesiapannya menyukseskan pelaksanaan AYD Indonesia di DIY.

Selain GP Anshor DIY, dukungan juga datang dari Ketua Pemuda Katolik Komda Jateng Stevanus Boncu.

Ia berharap bahwa kedatangan Paus Fransiskus sebaiknya tidak hanya seremonial tetapi harus memberi makna kepada pemuda dan remaja, yang tidak hanya terbatas pada yang beragama Katolik.

Kedatangan beliau selalu memiliki misi moral kemanusiaan dan menjadikan keadaan lebih baik bagi daerah yang dikunjungi.”

“Gagasan Komcab Gunung Kidul harus sangat diapresiasi sekalipun tradisi mengusulkan itu jarang ada di Gereja Katolik.”

“Yang diusulkan Sdr. Endro Guntoro itu tentu bukan Katolik Sentris tetapi justru memandang dalam nilai kebangsaan. Ia melihat Gunung Kidul yang miskin harus bangkit karena kehadiran Paus, ujar Boncu.

Dukungan lebih tegas dinyatakan Ketua Pemuda Katolik Komda DIY, Agustinus Budiarta.

Menurutnya, pelaksanaan AYD 2017 menuntut kebesaran hati pihak panitia baik yang datang dari pihak gereja katolik maupun pemerintah sendiri.

Menurut Agustinus, memberi kesempatan pada Kabupaten Gunungkidul sebagai bentuk perhatian dan komitmen Vatikan, Paus, dan Gereja Katolik sendiri terhadap Kaum Lemah Miskin Tersingkir dan Difabel (KLMTD) yang memang lebih banyak terdapat di Kabupaten Gunungkidul dari pada kabupaten lain di DIY.

“Paus Fransiskus sudah menunjukkan Gereja Katolik harus membumi. Dan saya kira, Gereja Katolik Indonesia harus membumi juga.”

“Selain itu perlu memberikan perhatian untuk terus menyapa dan membangun budaya menciptakan ruang-ruang dialog dengan seluruh masyarakat di Gunungkidul sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman dan damai antar umat beragama.”

“Karena ini masalah kaum muda, saya kira Gereja Katolik harus melibatkan, para pemuda secara aktif,” ungkap Agustinus.

“Sangat setuju jika Paus Fransiskus bisa dihadrkan ditengah masyarakat Gunungkidul.”

“Paus dapat bertemu dengan warga pedesaan yang kultur budayanya masih kental,” timpal Hendri, mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI (PMKRI) Yogyakarta.(*)

(red/ngga/eksa/AR)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!