Ini Poin-poin Kesepakatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

redaksi.co.id - Ini Poin-poin Kesepakatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia-China akhirnya menandatangani kesepakatan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, kemarin. Konsorsium badan usaha...

18 0

redaksi.co.id – Ini Poin-poin Kesepakatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia-China akhirnya menandatangani kesepakatan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, kemarin. Konsorsium badan usaha milik negara Indonesia dan Cina itu menyetujui poin-poin yang diusulkan Kementerian Perhubungan. Dengan demikian, perdebatan konsesi proyek kereta cepat antara Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Cepat Indonesia-China berakhir dengan ditandatanganinya perjanjian itu.

Berikut ini sejumlah klausul konsesi yang disepakati kedua pihak: Masa Konsesi Masa konsesi 50 tahun sejak 31 Mei 2019 dan tidak dapat diperpanjang, kecuali dalam keadaan kahar. Pembangunan Pembangunan prasarana kereta cepat paling lama tiga tahun, terhitung sejak izin pembangunan prasarana dikeluarkan. Penyerahan Aset Pada akhir masa konsesi, semua prasarana perkeretaapian, termasuk tanah yang dimiliki, diserahkan kepada pemerintah dalam kondisi lain operasi dan bebas dari jaminan pihak ketiga.

Pendanaan Proyek didanai oleh pihak ketiga dan hak penyelenggaraan dijadikan jaminan. Peraturan Perjanjian konsesi tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Perselisihan Penyelesaian perselisihan akan dilakukan melalui Singapore International Arbitration Centre. Profil Proyek Nilai investasi: US$ 5,135 miliar (Rp 68,13 triliun) Panjang rel: 142,3 kilometer Stasiun: Halim, Jakarta Timur; Walini, Bandung Barat; Karawang, Jawa Barat; dan Tegalluar, Jawa Barat. Luas lahan yang dibebaskan: 650 hektare Mulai beroperasi: 31 Mei 2019 Pelaksana:

PT Kereta Cepat Indonesia-China (konsorsium BUMN Indonesia dan Cina) Kecepatan maksimum: 300 kilometer per jam Tarif: Rp 200 ribu per orang Target penumpang (tahun pertama): 28 ribu orang per hari

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!