Pemerintah Umumkan Harga Baru BBM Awal April

246

redaksi.co.id – Pemerintah Umumkan Harga Baru BBM Awal April

JAKARTA – Pemerintah segera menyesuaikan harga baru bahan bakar minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyebut, harga baru BBM segera diumumkan pada awal April mendatang.

“Untuk harga BBM kami sedang melakukan pengkajian sampai akhir Maret dan akan disampaikan kepada publik pada April 2016 akan ada harga baru,” kata Sudirman di Gedung Kementerian ESDM Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2016).

Menurutnya, penyesuaian harga BBM merujuk pada tren penurunan harga minyak dunia dan kondisi kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama tiga bulan terakhir.

“Jadi kita lihat seluruh aspeknya, akan ada penyesuaian, kemungkinannya dilakukan penurunan harga BBM,” ujar Sudirman.

Kendati demikian, mantan Direktur Utama PT Pindad ini belum menyebutkan besaran penyesuaian harga BBM.

Sebab pihak ESDM tengah menghitung harga yang tepat agar tidak terlalu berdampak juga pada Pertamina sebagai pemasok BBM di Indonesia.

“Untuk nilainya sedang kita hitung dengan seksama, karena ini untuk triwulan berikutnya,” ungkap Sudirman.

Saat ini harga premium tetap Rp 7.050 di wilayah Jawa-Bali dan Rp 6.950 di luar Jawa Bali, sedangkan solar bersubsidi tetap Rp 5.650 per liter.

Untuk BBM jenis Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite mengalami penurunan harga sebesar Rp 200 per liter. Penurunan harga BBM tersebut mulai berlaku sejak Selasa, 15 Maret 2016 pukul 00.00.

Sementara untuk harga solar atau biosolar nonsubsidi mengalami penurunan Rp 400 per liter untuk seluruh daerah.

Dengan penurunan harga BBM kali ini, maka harga Pertamax Plus turun dari Rp 8.950 menjadi Rp 8.750, Pertamina Dex turun dari Rp 8.800 menjadi Rp 8.600, dan harga BBM jenis Pertalite menjadi Rp 7.500 per liter, turun dari harga Rp 7.700.

Sebelumnya, per 1 Maret 2016, Pertamina juga menurunkan harga Pertamax Rp 200 per liter menjadi Rp 7.950 per liter, Pertamax Plus Rp 200 per liter menjadi Rp 8.850 per liter, Pertalite Rp 100 per liter menjadi Rp 7.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp 200 per liter menjadi Rp 8.800 per liter.

Adapun untuk harga Premium di luar Jawa-Bali dan Solar bersubsidi yang ditetapkan pemerintah, serta premium di Jawa-Bali yang ditetapkan Pertamina tidak berubah.

Harga Premium tetap Rp 7.050 di wilayah Jawa-Bali dan Rp 6.950 di luar Jawa Bali, sedangkan solar bersubsidi tetap Rp 5.650 per liter.

Sesuai regulasi, pemerintah baru akan mengevaluasi harga jual premium dan solar bersubsidi tersebut pada April 2016.

Harga minyak mencapai titik terendah dalam 12 tahun terakhir pada bulan Januari tahun ini. Harga minyak mulai membaik sesudah Arab Saudi dan Rusia menghentikan peningkatan produksi mereka.

Kendati demikian, perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi (migas) di Amerika Serikat saat ini mencoba bertahan di tengah masih melemahnya harga minyak dunia.

Sebagian besar perusahaan Uwak Sam menjual saham kepada investor. Aksi korporasi ini dilakukan agar mereka dapat memperoleh tambahan dana.

Gelombang jual saham ini disoroti lantaran tingginya stres dan kekhawatiran pada industri migas saat ini.

Harga minyak yang kian murah memaksa kegiatan eksplorasi dan pengeboran dilakukan dengan menekan biaya, yakni melalui pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, mengesampingkan proyek mahal, dan menahan dividen.

Dengan harga minyak dunia yang mandek di bawah 40 dolar AS per barel, perusahaan migas harus menangkal bangkrut dengan cara meningkatkan dana dan modal dengan cepat.

Biasanya opsi yang diambil adalah dengan menjual obligasi. Namun demikian, hal ini kurang tepat dilakukan oleh perusahaan yang terlilit banyak utang.

Oleh sebab itu, tren jual saham oleh perusahaan migas kini banyak dilakukan perusahaan migas.

Data dari Dealogic menunjukkan, sejauh ini perusahaan migas di AS sudah menjual saham senilai 10,5 miliar dolar AS selama tahun 2016, tertinggi sejak tahun 1995 silam.

“Semakin buruk laporan keuangan perusahaan, maka semakin sedikit kesempatan untuk memperbaiki kinerja. Perusahaan harus mengambil langkah yang harus dilakukan,” ujar Jeff Schleger dari firma hukum Jones Day.

Pekan lalu, Marathon Oil melepas saham senilai 1,3 miliar dolar AS setelah melaporkan kerugian pertama dalam 20 tahun.

Setidaknya 16 perusahaan migas AS lainnya melakukan hal yang sama, termasuk Hess, Devon Energy, dan Weatherford International.

Pekan ini, Gulfport Energy mengumumkan akan melepas 14,7 juta saham untuk memperoleh dana 358 juta dollar AS. Schlegel memprediksi, tren jual saham ini akan terus berlanjut. (tribunnews/jar/ktn)

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!