4 Alasan Kenapa Program Tapera Wajib Didukung

redaksi.co.id - 4 Alasan Kenapa Program Tapera Wajib Didukung Pemerintah bersama DPR punya program baru lagi buat membantu masyarakat kecil. Namanya adalah tabungan perumahan rakyat (tapera).Program...

21 0

redaksi.co.id – 4 Alasan Kenapa Program Tapera Wajib Didukung

Pemerintah bersama DPR punya program baru lagi buat membantu masyarakat kecil. Namanya adalah tabungan perumahan rakyat (tapera).

Program ini diatur lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat. Masyarakat kecil akan terbantu karena program ini disebut-sebut akan mengurangi kesenjangan sosial.

Undang-Undang (UU) Tabungan Perumahan Rakyat telah resmi disahkan pada Februari 2016. Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara kerja program ini? Kenapa program ini wajib didukung?

Jadi begini. Latar belakang perancangan undang-undang ini adalah keprihatinan atas besarnya kebutuhan rumah masyarakat. Yang butuh rumah banyak, tapi rumah yang sesuai dengan daya beli mereka sedikit.

Mereka yang berduit lebih gampang membeli rumah. Di sisi lain, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kelimpungan mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk tinggal di rumah sendiri.

Jadilah UU Tapera untuk membantu masyarakat. Nantinya pekerja dan pemberi kerja diwajibkan membayar iuran sebesar 3 persen dari gaji per bulan. Rinciannya, pekerja 2,5 persen dan 0,5 persen pemberi kerja.

Ayo yang merasa anak gaul, pasti udah update soal Tapera dong, jangan cuma berita gosip aja dong!

Misalnya gaji Rp 4 juta. Berarti iuran pekerja Rp 100 ribu. Sedangkan iuran pemberi kerja Rp 20 ribu tiap bulan.

Tapi ada yang harus digarisbawahi. Program ini gak hanya khusus buat MBR, tapi berlaku secara umum buat semua pekerja dengan gaji paling sedikit setara dengan upah minimum wilayah masing-masing.

Namun ada yang membedakan antara peserta tapera dari kalangan MBR dan pekerja umum.

– Peserta MBR bisa mencairkan dana jika sudah cukup untuk membeli rumah

– Peserta non-MBR baru bisa mencairkan dana ketika sudah pensiun

Meski ada perbedaan, program tapera wajib didukung karena memberikan sederet keuntungan. Berikut ini 4 di antaranya:

1. Lebih gampang membeli rumah

Keuntungan ini terutama berlaku buat pekerja MBR. Dengan dipaksa menabung, dana untuk membeli rumah akan tercukupi kelak.

Mas-mas, jangan demo melulu dong, emang gak capek apa hehehe

Apalagi ada bantuan dari perusahaan. Ketika pindah kerja, perusahaan yang baru wajib membayar iuran yang sama seperti perusahaan sebelumnya.

2. Jadi jaminan pensiun

Buat pekerja MBR dan non-MBR, dana tapera juga bisa menjadi jaminan pensiun kelak. Jadi, gak hanya menggantungkan uang pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan dari perusahaan.

Bakal ada duit tambahan dari tapera. Mungkin bisa buat tambah-tambah modal usaha setelah resmi gak bekerja buat orang lain.

3. Tabungan berbunga dan ada return

Tapera sama dengan tabungan pada umumnya. Yaitu ada bunga yang menyertai. Namun bunga ini belum ditetapkan besarannya.

Selain itu, duit di tapera juga rencananya akan diinvestasikan oleh pemerintah. Jadi, selain ada bunga, akan ada return alias imbal hasil dari tabungan.

4. Ketersediaan rumah bertambah

Dengan adanya tapera, otomatis masyarakat lebih berkesempatan memiliki rumah sendiri. Jadi, pengembang pun akan membangun rumah untuk masuk ke ceruk bisnis properti ini.

Gak cuma pacar kamu kok yang sayang sama kamu, pemerintah juga loh hihihi

Rumah-rumah ini pun pastinya akan dihargai miring. Soalnya, pemerintah memberikan subsidi. Mirip-mirip dengan program subsidi selisih bunga.

Lumayan kan keuntungan yang bisa didapat. Meski kita mesti merelakan gaji dipotong lagi buat bayar iuran tapera.

Tapi toh nantinya hasilnya kita yang ambil sendiri, bukan orang lain. Namun, kita mesti bersabar dulu sebelum bisa menikmati program ini.

Soalnya rencananya program ini baru berlaku pada 2018. Sebab, ada sejumlah aturan turunan yang mesti diterbitkan untuk menyokong UU Tapera, seperti peraturan pemerintah.

Sambil menunggu, yuk kita tetap menabung. Syukur-syukur bisa berinvestasi, sehingga hasil yang didapat bisa berlipat-lipat.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!