Tak Kelola Pantai dengan Baik, Band D'Masiv Kritik Pemerintah Daerah Ini

redaksi.co.id - Tak Kelola Pantai dengan Baik, Band D'Masiv Kritik Pemerintah Daerah Ini Group Band D'Masiv terpesona dengan objek wisata pantai di Kota Kupang, namun...

8 0

redaksi.co.id – Tak Kelola Pantai dengan Baik, Band D'Masiv Kritik Pemerintah Daerah Ini

Group Band D’Masiv terpesona dengan objek wisata pantai di Kota Kupang, namun mereka mengkiritisi pemerintah yang belum mengelola objek wisata tersebut menjadi sebuah daya tarik bagi wisatawan.

“Ketika pertama kali kami berkunjung ke Kupang pada 2008, kawasan pantai belum ditata dengan baik. Sekarang, terlihat sudah bagus namun belum dikelola secara profesional menjadi objek wisata menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini,” kata pimpinan Group Band D’Masiv Rian di Kupang, Sabtu (19/3).

Delapan tahun lalu, kata dia, sejak album pertama dirilis, D’Masiv pun langsung manggung di Kupang. Ini kedua kalinya D’Masiv kembali ke Kota Kupang untuk menghibur masyarakat di Kota “Karang” ini.

“Dunia harus tahu kalau Kupang itu indah. Pantainya bagus dan kulinernya juga enak, sehingga perlu mendapatkan perhatian sehingga maju dan sejajar dengan kota-kota lain di Tanah Air,” tambah vokalis D’Masiv itu.

Rian yang kerap disapa Kaka ini berkisah, saat tiba di Kupang, ia bersama teman-temannya langsung mengambil gambar dengan view pantai Kupang. “Foto-foto kami langsung diupload ke twitter dan instgram. Secara tidak langsung, kami juga ikut mempromosikan Kupang ke dunia maya,” ujarnya.

Kunjungan D’Masiv ke Kupang ini atas undangan dari Telkomsel dalam rangka mendukung kegiatan Karnaval Hiburan 2016. “Kami akan tampil dengan membawakan sekitar 10 atau 11 lagu selama satu jam mulai pukul 20.00 Wita malam ini (Sabtu, 19/3) dari setiap album,” ujarnya.

Salah satu tembang yang akan didedangkan malam ini “Di Bawah Langit” yang melukiskan tentang perbedaan, namun perbedaan seharusnya menjadi alat perekat untuk menghindari terjadinya berbagai problem sosial dalam masyarakat.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!