Waspada Uang Palsu Kalau Gak Mau Jadi Korban

redaksi.co.id - Waspada Uang Palsu Kalau Gak Mau Jadi Korban Kabar-kabar dari sosial media kadang bikin geger seisi jagad. Sayang, enggak semua berita yang bersumber dari...

17 0

redaksi.co.id – Waspada Uang Palsu Kalau Gak Mau Jadi Korban

Kabar-kabar dari sosial media kadang bikin geger seisi jagad. Sayang, enggak semua berita yang bersumber dari sosmed itu mengandung kebenaran. Bahkan hampir sebagian besar hoax.

Contoh nyatanya kabar Bank Indonesia berniat edarkan uang pecahan Rp 200 ribuan. Yang buat orang gampang percaya sama berita ginian, di situ disertakan pula gambar duitnya.

Duit pecahan Rp 200 ribuan yang berwarna keungu-unguan itu ada gambar orang sedang menunggangi kuda yang sedang berlari. Kemudian di ujung kanan atas ada siluet dengan gambar orang berkuda. Sekilas siluet itu mirip banget sama logo busana Polo.

Adanya foto duit pecahan Rp 200 ribu ini yang membuat orang gampang percaya. Lantas, berita yang entah disebarkan oleh siapa ini langsung di-share sehingga penyebarannya makin masif.

Kencengnya kabar ini membuat Bank Indonesia (BI) turun tangan. Terlebih lagi gak sedikit masyarakat yang mengontak bank sentral minta penjelasan seputar isu duit pecahan Rp 200 ribu.

Wih uang baru, eits cek dulu bro, jangan sampai tertipu!

Sejurus kemudian, BI angkat bicara. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara meluruskan simpang siur di masyarakat. Tujuannya agar masyarakat waspada uang palsu yang mungkin sudah beredar dalam transaksi keseharian.

Dia bilang kalau BI sama sekali tak berencana merilis uang pecahan Rp 200 ribu. Semua informasi yang beredar di sosial media tidak benar. Sampai saat ini BI hanya mengeluarkan uang pecahan yang paling besar yaitu Rp 100 ribu. Begitu bunyi keterangannya.

Tuh, berarti terbukti hoax kan tentang uang pecahan Rp 200 ribu. Kalau masih enggak percaya, silakan akses website www.bi.go.id. Bila kuota internet smartphone lagi ngedrop, tinggal telepon contact center BI di (021)131 atau [email protected] Ingat ya, pas jam kerja saja.

Seputar uang palsu

Sudah tegas kan duit pecahan Rp 200 ribu itu hoax. Kalau pun ternyata ada yang punya, jangan buru-buru percaya. Sudah dipastikan itu duit palsu.

Mending tolak diterima. Perlu dicatat, pegang uang palsu itu sudah pasti menimbulkan kerugian finansial. Sudah enggak bisa dipakai transaksi, eh enggak bakalan diganti sama BI sebagai bank sentral.

Maka itu, mesti diwaspadai sama uang palsu. Ingat rumus 3D yang disosialisasikan BI, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang.

Dilihat, diraba, diterawaaaang.inga-inga jangan lupa!

Kemudian yang tak kalah penting, memiliki uang palsu juga kena konsekuensi pidana lho. Di UU No 7/2011 tentang Mata Uang Rupiah sudah ditegaskan dengan jelas barang siapa yang mengedarkan uang palsu terancam penjara 15 tahun!

Ruginya berkali-kali lipat kan. Sudah duitnya enggak laku buat transaski, rugi finansial, eh bisa habiskan waktu di penjara.

Sebenarnya gampang kok terhindar dari uang palsu. Misalnya dengan membiasakan bertransaksi dengan e-money atau kartu kredit. Transaksi model beginian dijamin enggak bakal dapat uang palsu. Kan jelas, transaksinya tidak menggunakan uang secara fisik.

Kesimpulannya, ketika dapat berita atau kabar dari sumber yang belum bisa dipercaya, jangan buru-buru dimakan. Ada baiknya diverifikasi dulu kebenarannya. Misalnya dengan langsung menanyakan ke pihak-pihak berkompeten.

Jangan cuma browsing situs yang kamu suka, sesekali cek juga info penting kalau gak mau amsyong

Dalam kasus uang pecahan Rp 200 ribu ini, yang paling berwenang adalah BI sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap peredaran uang. Selama BI belum memberikan pernyataan apa-apa, anggaplah berita itu sekadar sekilas info!

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!