Sektor Saham Telekomunikasi Picu Wall Street Naik Tipis

redaksi.co.id - Sektor Saham Telekomunikasi Picu Wall Street Naik Tipis Bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit berubah pada perdagangan saham di awal pekan ini. Sektor saham...

11 0

redaksi.co.id – Sektor Saham Telekomunikasi Picu Wall Street Naik Tipis

Bursa saham Amerika Serikat (AS) sedikit berubah pada perdagangan saham di awal pekan ini. Sektor saham sektor telekomunikasi dan perawatan kesehatan dukung penguatan bursa saham AS.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 21,57 poin atau 0,12 persen ke level 17.623,87. Indeks saham S&P 500 menguat tipis 2,02 poin atau 0,1 persen ke level 2.051,6 dan indeks saham Nasdaq naik 13,23 poin atau 0,28 persen ke level 4.808,87.

Pada awal pekan ini, investor sedang mencari katalis baru untuk menyeimbangkan sentimen pernyataan bank sentral AS pada pekan lalu. Hal itu juga membuat indeks saham Dow Jones dan S&P 500 berada di teritori positif pada tahun ini.

“Pelaku pasar masih mencerna dari berita bank sentral AS pada pekan lalu. Beberapa mengatakan hal itu positif, tetapi ada juga yang menilai itu sebagai bentuk keraguan terhadap kondisi kesehatan ekonomi global,” ujar David Carter, Chief Investment Officer Lenox Wealth Advisors seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (22/3/2016).

Sementara itu, Lisa Kopp, Kepala Investasi US Bank Wealth Management menuturkan ekonomi AS akan pulih secara moderat. Pasar juga akan bereaksi terhadap data ekonomi dari Eropa China dan Eropa pada pekan ini.

Selain itu, harga minyak naik di awal pekan ini seiring data pasokan di Cushing, Oklahoma, AS.

Sejumlah saham yang pengaruhi laju bursa saham AS antara lain saham Valeant naik 7,4 persen menjadi US$ 28,89 setelah perseroan mengumumkan investor Bill Ackman akan gabung dalam jajaran manajemen dan berusaha untuk selamatkan bisnis. Sementara itu, saham Apple berakhir mendatar menjadi US$ 105,91.

Saham Starwood naik 4,5 persen menjadi US$ 84,19 setelah pemilik hotel Sheraton menerima tawaran dari Marriot. Saham Marriott turun 1,2 persen menjadi US$ 72,30.

“Saya pikir pelaku pasar konsentrasi terhadap valuasi saham. Beberapa pekan lalu bursa saham alami reli,” tutur Stephen Massocca, Chief Investment Officer Wedbush Equity Management. (Ahm/Ndw)

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!