Ini Film Korea Tentang Sopir Taksi yang Menohok Hati

redaksi.co.id - Ini Film Korea Tentang Sopir Taksi yang Menohok Hati Korea termasuk dalam negara yang selalu memproduksi film dari berbagai latar belakang profesi, salah satu...

29 0

redaksi.co.id – Ini Film Korea Tentang Sopir Taksi yang Menohok Hati

Korea termasuk dalam negara yang selalu memproduksi film dari berbagai latar belakang profesi, salah satu yang cukup menarik diikuti adalah film yang mengangkat profesi sopir taksi sebagaiide cerita.

© Disediakan oleh Kreative Media Karya Online TAXI

Tak disangka, ternyata ide sederhana dari profesi sopir taksi bisa menghasilkan sebuah karya film dari berbagai genre. Dari mulai film yang bergenrethriller, romance, hingga yang bergenrehumanis.

Berikut ini adalah tiga judul film dengan yang mengangkat background profesi sopir taksi yang dikemas dalam berbagai genre.

Taxi Driver menceritakan tentang seorang sopir taksi yang melakukan perjalanan di Gwangju, Korea di tahun 1980, pada saat itu sedang terjadi pemberontakan demokrat 18 Mei melawan Rezim Militer.

Film ini dibintangi oleh aktor Ryu Jun Yeol, Seo Kang Ho dan Yoo Hae Jin. Sejauh ini, belum diketahui kapan proses syuting film akan dimulai.

Taxi of Terrorbergenrethriller, romanceyang bercerita tentang Gilnam, seorang sopir taksi yang ingin melamar kekasihnya, Choi Yu Jeong. Namun di tengah perjalanan dengan membawa setumpuk bunga mawar, ia mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat.

Empat puluh sembilan hari kemudian, di sebuah pemakaman, sebuah taksi misterius terparkir, dan sopir tersebut tidak lain adalah Gilnam. Arwah Gilnam bergentayangan mencari cinta sejatinya, Choi Yu Jeong.

Taxi of Terror ini diperankan oleh Lee Seo Jin, Lim Ho dan Choi Yu Jeong. Film ini telah dirilis pada tahun 2000 dengan durasi 94 menit.

Taxi Bluesmerupakan film yang bergenrehumanis, menceritakan tentang pengalaman sopir taksi yang tidak mendapat keadilan. Di Seoul ada 70 ribu taksi termasuk 20 ribu taksi perusahaan dan 40 ribu taksi pribadi yang tersebar di seluruh kota. Dalam banyak kasus, seorang sopir taksi bekerja 12 jam sehari dan harus menyelesaikan 20 sampai 30 perjalanan per hari.

Meski bekerja dalam waktu yang panjang, namun hasil tidak sesuai dengan jerih payahnya. Mereka membawa pulang keuntungan yang sangat kecil karena harus membayar 80 persen keuntungan untuk perusahaan.

Film ini disutradarai oleh Choi Dong Ha dan produser Kim Il Kwon, yang dirilis pada tahun 2007. Film ini menjadi film korea kedua yang masuk dalam nominasi Korean Film Festival di Paris. (Ufa)

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!