Potensi Uranium Indonesia Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik 40 Tahun

redaksi.co.id - Potensi Uranium Indonesia Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik 40 Tahun YOGYAKARTA -- Potensi sumber daya Uranium di Indonesia hingga 2016 ini mencapai 77 ribu ton....

34 0

redaksi.co.id – Potensi Uranium Indonesia Bisa Penuhi Kebutuhan Listrik 40 Tahun

YOGYAKARTA — Potensi sumber daya Uranium di Indonesia hingga 2016 ini mencapai 77 ribu ton. Uranium ini bisa dimanfaatkan untuk energi tenaga listrik di masa depan. Selain Uranium, Indonesia juga memiliki potensi sumber daya energi Thorium sebanyak 133 ribu ton.

“Itu hasil eksplorasi yang kita lakukan dan semuanya belum dimanfaatkan,” ujar peneliti pusat teknologi bahan galian nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heri Syaiful disela-sela pertemuan International Atomic Energy Agency (IAEA) di Yogyakarta, Selasa (22/3).

Pertemuan IAEA ini merupakan pertemuan negara-negara yang aktif mengeloka mineral radioaktif. Pertemuan diikurti 10 negara yaitu Indonesia, Cina, Yordania, Malaysia, Mongolia, Pakistan, Filipina, Thailand, Vietnam dan Srilangka. Pertemuan akan berlangsun hingga 25 Maret mendatang.

Potensi Uranium dan Thorium ini tersebar di Propinsi Bangka-Belitung, Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, Sibolga Sumatera Utara dan di Biak Papua. Uranium dan Thorium ini masih berbentuk batuan belum dimanfaatkan sama sekali.

BATAN, kata dia, sudah memiliki pusat pengolahan uranium di Yogyakarta dan Serpong. Namun hal itu hanya daalam skala kecil saja. Potensi sumber Uranium dan Thorium ini merupakan sumber energi masa depan bagi Indonesia. Uranium sangat potensial sebagan bahan energi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Sedangkan Thorium masih dalam pengembangan penelitian. Namun ke depan Thorium juga akan digunakan sebagai sumber energii pengganti uranium.

Taswanda Taryo, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir BATAN mengatakan, potensi sumber Uranium di Indonesia tersebut mampu digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik selama 40 tahun ke depan melalui PLTN. Sebab, 24 ton uranium bisa digunakan untuk 1.000 mega watt listrik.

“Selain itu biaya operasionalnya juga murah. Amanat undang-undang No 10 Tahun 1997 juga jelas bahwa Indonesia akan membangun PLTN dan kita siap baik teknologi dan sumber daya manusianya,” katanya.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!