Korupsi Marak, Pakar Digital Tawarkan Teknologi Blockchain

redaksi.co.id - Korupsi Marak, Pakar Digital Tawarkan Teknologi Blockchain JAKARTA -- Perusahaan teknologi raksasa Jepang, Hitachi, tak lama lagi akan meluncurkan terobosan terbaru dalam dunia bisnis...

26 0

redaksi.co.id – Korupsi Marak, Pakar Digital Tawarkan Teknologi Blockchain

JAKARTA — Perusahaan teknologi raksasa Jepang, Hitachi, tak lama lagi akan meluncurkan terobosan terbaru dalam dunia bisnis dan finansial. Laporan resminya bahkan menyebutkan, akan membangun Financial Innovation Laboratory di Silicon Valley. Inovasi besar yang dimaksud bernama Teknologi Blockchain yang merupakan basis dari teknologi mata uang digital.

Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong, mengakui kalau potensi teknologi blockchain sangat besar dan patut dikembangkan di Indonesia. Malahan, menurutnya, aplikasi tersebut bisa sangat membantu dalam hal memberantas korupsi, seperti membuat e-budgeting dengan teknologi Blockchain.

Blockchain punya kelebihan tersendiri, diantaranya lebih efisien karena bisa menekan biaya transaksi, transparan karena dapat diakses publik, dan kemanannya tinggi serta mampu meminimalisasi kasus human error, karena semua transaksi nantinya telah dikomputerisasi dan tercatat secara otomastis, kata Anthony di Jakarta, Kamis (24/3).

Anthony menambahkan, saat ini, bank ternama semacam Citibank, HSBC, dan bank ternama lain di luar negeri sudah mengaplikasikan teknologi Blockchain di sistem perbankannya. Tak hanya itu, Visa yang dikenal sebagai perusahaan sistem pembayaran (remittance) terbesar di dunia juga turut tergoda dan sedang menguji teknologi tersebut.

Dia juga menyoroti manfaat menarik lain yang dapat diperoleh jika menggunakan teknologi ini. Tidak hanya membuat e-budgeting, bahkan menurutnya aplikasi tersebut bisa membuat pemilihan umum menjadi lebih transparan, dan smart contracts. Malahan, bisa jadi tidak akan perlu lagi adanya pihak ketiga untuk menjadi saksi transaksi perpindahan dana dan dokumen lainnya.

Manfaatnya banyak, kalau e-budgeting itu nantinya jika sudah dibuat di database Blockchain, itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi oleh siapapun, kalau dari Pemilu nantinya bisa menjadi solusi yang baik ke depannya tanpa membuang biaya yang besar, ujar Anthony.

(red/ahmat/dhy/urniawan/RAK)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!