Gitaris MLTR Terpukau Lihat Suguhan Musik Gambus di Tenggarong

redaksi.co.id - Gitaris MLTR Terpukau Lihat Suguhan Musik Gambus di Tenggarong TENGGARONG - Perjalanan selama 25 jam. Waktu itulah yang dibutuhkan grup band asal Denmark, Michael...

35 0

redaksi.co.id – Gitaris MLTR Terpukau Lihat Suguhan Musik Gambus di Tenggarong

TENGGARONG – Perjalanan selama 25 jam. Waktu itulah yang dibutuhkan grup band asal Denmark, Michael Learns to Rock (MLTR) ke Kota Raja, Tenggarong, Jumat (25/3/2016).

Empat personel (MLTR) datang lengkap, yakni penyanyi sekaligus pemain keyboard Jascha Richter, drummer Kare Wanscher, gitaris Mikkel Lentz, dan pemain bas Troels Skjaerbaek.

Kedatangan grup band MLTR tak hanya personelnya, tetapi juga membawa serta 1 agen, 1 tour manager, dan 5 crew.

“Perjalanan sekitar 22 atau 25 jam dari Denmark,” ujar Camilla, Tour Manajer MLTR saat ditemui di Hotel Gran Elty Tenggarong.

Sampai di hotel, personel MLTR langsung disuguhi es kelapa oleh GM Hotel Gran Elty Tenggarong, Hariyanto.

Tak semua personel menerima suguhan es kelapa. Lamanya waktu perjalanan membuat beberapa personel memilih langsung istirahat di kamar masing-masing.

Yang berbeda hanyalah Mikkel Lentz, sang gitaris. Dia langsung mengeluarkan smart phone-nya. Aksi suguhan alat musik gambus membuatnya tertarik.

Berlagak fotografer, Mikkel tak sungkan langsung mengambil gambar dan video dari tiga seniman lokal yang duduk memainkan alat musik gambus dan gendang di area Lobby Gran Elty.

Saat ditanya Tribun usai aksinya tersebut, ia mengaku tak tahu jenis alat musik yang dimainkan tersebut.

“I don’t know. Kamu tahu apa alat musik itu?” ujarnya. “Gambus,” jawab Tribun yang langsung dijawabnya dengan ucapan terima kasih.

Saat dikonfirmasi lebih jauh, Mikkel tak sempat menjawab karena langsung buru-buru ke kamar.

Sementara personil lainnya, sang vokalis Jascha Richter, serta drummer Kare Wanscher tak banyak bicara saat tiba di hotel. Hanya wifi yang langsung diburu keduanya.

Bahkan, vokalis Jascha Richter sampai harus kembali lagi ke area resepsionis menanyakan password wifi di hotel. “Wifi, wifi, password,” ujarnya kepada Camilla, tour manajer.

Begitu pula dengan Kare Wanscher yang juga melakukan hal serupa. Tak ada pakaian khusus yang dikenakan keempat personil MLTR tersebut.

Baju semi resmi menggunakan hem dipilih beberapa personil. Hal ini seperti dikenakan oleh Kare Wanscher, Jascha Richter, serta Mikkel Lentz.

Tadi malam, setibanya di Kota Raja Tenggarong tak banyak kegiatan yang dilakukan personel MLTR. Mereka lebih memilih langsung istirahat di kamar hotel. Konferensi pers yang rencananya digelar, Jumat (25/3) malam, tak dihadiri personel maupun tour manager.

Menurut Akbar Haka, EO Rock in Borneo, lamanya perjalanan membuat personel MLTR harus berisirahat dan tidur di kamarnya.

“Mohon maaf, tetapi MLTR kecapaian. Maklum, mereka harus terbang sekitar 16 jam. Belum lagi di Qatar, personel beserta crew juga harus menunggu selama 3 jam. Jadi saat ini mereka langsung tidur agar bisa fit esok hari,” ucapnya.

MLTR diagendakan tampil sekitar 1,5 jam membawakan 15 hingga 20 lagu. Keempat personel lengkap tampil hari ini, mulai dari vokalis sekaligus keyboardis, Jascha Richter, gitaris Mikkel Lentz, drummer Kare Wanscher, serta pemain bass Troels Skjaerbaek. (Tribun Kaltim/Anjas pratama)

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!