Pelaku Bom Brussels Terkait Pemboman di Paris

redaksi.co.id - Pelaku Bom Brussels Terkait Pemboman di Paris Pihak berwenang Belgia pada Jumat (25/3) waktu setempat akhirnya mengonfirmasi satu dari dua pelaku bom bunuh diri...

14 0

redaksi.co.id – Pelaku Bom Brussels Terkait Pemboman di Paris

Pihak berwenang Belgia pada Jumat (25/3) waktu setempat akhirnya mengonfirmasi satu dari dua pelaku bom bunuh diri di Bandara Brussel yang menewaskan 31 orang pada Selasa lalu.

Ia adalah Najim Laachraoui. Pria berusia 24 tahun ini juga disebut terkait pemboman Paris yang menewaskan 130 orang pada November 2015 lalu.

Pihak berwenang Belgia mengatakan DNA pelaku ditemukan di rompi bunuh diri dan sepotong pakaian yang juga digunakan saat bom meledak di ruang konser Bataclan yang menewaskan 90 orang.

“Polisi juga menemukan DNA Laachraoui di sebuah bom yang diledakkan di Stade de France,” kata Polisi dilansir dari AFP, Jumat (25/3).

Rekaman CCTV dari kamera pengintai menunjukkan tiga pelaku pemboman Bandara Brussel pada Selasa lalu. Dengan demikian diketahui dua pelaku pemboman bunuh diri yakni Ibrahim El Bakraoui yang lebih awal diketahui dan Najim Laacraoui.

Orang ketiga yang berada di sebelah kanan frame rekaman CCTV yang mengenakan mantel berwarna terang dan topi diduga masih melarikan diri setelah pemboman dua rekannya. Diindikasi bom ketiga yang ia bawa gagal dan berdaya ledak lebih besar, gagal meledak.

Untuk itu, saat ini pihak keamanan Belgia telah meluncurkan pencarian besar-besaran terhadap orang ketiga ini di berbagai wilayah di Belgia dan sekitarnya. Teridentifikasinya Laachraoui ini setelah sebelumnya ia berkali-kali menggunakan identitas palsu dengan nama Soufiane Kayal.

Diduga pelaku penting serangan Paris, Shalah Abdeslam sempat pergi ke Budapest, Ibukota Hungaria pada September lalu dan kembali dengan memasuki wilayah Austria dengan dua orang laki-laki yang salah satunya kemudian dikenal dengan Soufiane Kayal atau Samir Bouzid.

Abdeslam kemudian di tangkap di pusat kota Brussel pada Jumat pekan lalu.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!