Cegah Horor Sampah, Ridwan Kamil Usul Bendungan Sampah

redaksi.co.id - Cegah Horor Sampah, Ridwan Kamil Usul Bendungan Sampah , Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tengah menyiapkan rencana membuat bendungan sampah untuk...

22 0

redaksi.co.id – Cegah Horor Sampah, Ridwan Kamil Usul Bendungan Sampah

, Bandung – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tengah menyiapkan rencana membuat bendungan sampah untuk mencegah aliran sampah yang menyumbat sungai seperti di Sungai Cikapundung di Jembatan Cijagra, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Bendungan sampah ini engineering solusinya, membuat bendungan, air mengalir, sampah tertahan, kita piket, kata Ridwan Kamil dalam rapat membahas solusi horor sampah itu bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Bupati Bandung Dadang Naser di Gedung Sate, Bandung, Rabu, 23 Maret 2016.

Menurut Ridwan Kamil, usul itu sempat disampaikan pada pemerintah provinsi. Dia mengaku sulit mewujudkan ide itu karena anggaran membangunnya besar. Bendungan sampah itu misalnya bisa dibangun tiap jarak sepertiga sungai pada anak-anak sungai yang ada. Kendalanya, di Kota Bandung ada 40 sungai. Itu UUD, ujung-ujungnya duit, jadi saya lagi lobi supaya bisa masuk di Anggaran Perubahan, kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil belum bisa merinci jumlah bendungan sampah tersebut. Tapi taksirannya butuh miliaran rupiah untuk membangun bendungan sampah itu. Hari ini datanya terlalu mentah, kalau sudah jelas akan kami sampaikan. Tapi solusi kultural penting, pada saat kultural belum berhasil, masih ada sampah yang ke sungai, (solusi) engineering masuk. Kalau tidak, sama aja bohong, kata dia.

Ridwan Kamil mengaku sudah mengupayakan menekan volume sampah lewat program biodigester komunal skala RT (Rukun Tetangga). Dari 9.700 RT di Kota Bandung, sudah seribuan yang mendapatkan pembagian biodigester untuk eksperimen tahun ini. Kita sedang membuat biodigester skala kecamatan kalau sampahnya tidak habis di RT dengan teknologi Jerman, kata dia.

Menurut Ridwan Kamil, selama ini ia sengaja membatasi diri ikut nimbrung membicarakan masalah Sungai Citarum karena keterbatasan kewenangan. Hanya karena tidak pernah ada diskusi menyeluruh yang sifatnya kami bisa berkontribusi lebih fundamental, saya membatasi diri, kata dia.

Sejumlah rencana, tengah disiapkannya misalnya untuk mengurangi air langsung mengalir ke Sungai Citarum di Kota Bandung. Air ini kebanyakan dialirkan, hampir 100 persen lewat sungai dan berakhirnya di Citarum, sehingga konsep kita adalah mencegat air jangan sampai dialirkan semuanya ke sungai, kata Ridwan.

Rencana yang tengah disiapkannya misalkan membuat reservoir air bawah tanah di sejumlah lokasi di Kota Bandung. Di Pasar Gedebage misalnya akan dibanguns percontohan reservoir air bawah tanah untuk mencegat ari. Kami punya enam tujuh lokasi, kalau punya cegat air ini, nanti tumpahnya ke Citarum berkurang, kata Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Pengeloaan Sumber Daya Air Jawa Barat Eddy S Nasution mengatakan, konsep hampir serupa yang digagas Ridwan Kamil itu adalah trash rack. Semcam mesin dan sudah difungsikan di DKI. Dengan mesin secara otomatis memindahkan sampah dari badan sungai ke tepi sungai, hanya saja pengoperasiannya butuh energi, kata dia dalam rapat itu, Rabu, 23 Maret 2016.

Eddy mengatakan sudah membuat satu contoh trash rack itu di Sungai Cikapundung dekat daerah Pasar Kordon. Kita sudah bangun tapi tidak di operasikan, saya tidak tahu kenapa. Kemudian di Cimahi juga sudah bikin juga itu. Kalau mau dibuat, model seperti itu bisa jadi salah satu bentuknya, atau model lain, kata dia.

Menurut Eddy, kendati masalah sampah tuntas, masih tersisa masalah banjir. Daerah Dayeuhkolot misalnya merupakan daerah rendah yang menjadi tempat parkir air dan sebagai daerah pertemuan Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum.

Rekayasa teknis yang dilakukan terhadap sungai itu tetap akan menyisakan daerah tergenang air saat puncak hujan seluas 200 hektare. Eddy mengusulkan agar disusun pemetaan daerah yang menjadi genangan air dan memerlakukan kebijakan pengetatan pemerian Izin Mendirikan Bangunan di wilayah itu. Atau lebih ekstrim lagi, membatalkan izin bangunan yang sudah diberikan agar warga perlahan mau pindah dari daerah sana.

Bupati Bandung Dadang Naser meminta agar tidak ada lagi ego sektoral agar bisa menyelesaikan masalah sampah dan banjir yang dihadapi Sungai Citarum dan anak-anak sungainya sekaligus menyiapkan rekayasa sosial warga yang menghuni seputaran sungai itu sejak hulu hingga hilirnya.

Masyarakatnya masih belum sadar, rakyat kita dimana-mana belum sadar mengelola sampah, kata dia di pertemuan itu, Rabu, 23 Maret 2016. Rapat bersama antara Wakil Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, serta Bupati Bandung Dadang Naser menyepakati untuk membagi tugas penyelesaian masalah sampah yang menyumbat aliran Sungai Citarum. Ini menyangkut rencana aksi multipihak implementasi pekerjaan, kata Deddy Mizwar, selepas rapat itu, Rabu, 23 Maret 2016. Rencana itu akan dibahas selanjutnya di tataran tekn is. AHMAD FIKRI

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!