Pertamina Uji Pertamax Turbo di Eropa

redaksi.co.id - Pertamina Uji Pertamax Turbo di Eropa Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan instansinya sedang menggelar uji pasar bahan bakar dengan nilai oktan...

52 0

redaksi.co.id – Pertamina Uji Pertamax Turbo di Eropa

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan instansinya sedang menggelar uji pasar bahan bakar dengan nilai oktan atau research octane number (RON) 98. Bahan bakar dengan merek Pertamax Turbo itu diuji coba dalam ajang-ajang di Eropa yang diikuti mobil supercepat buatan Automobili Lamborghini.

“Sudah dimulai sejak dua pekan lalu,” kata Ahmad di SPBU COCO Boulevard, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu, 26 Maret 2016. Bambang menjelaskan, uji coba itu dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan. Pertamina bakal mengurus izinnya agar bisa digunakan di Indonesia jika uji coba di Eropa menunjukkan hasil positif. Ia berharap produk tersebut bisa diluncurkan tahun ini.

Pertamax Turbo, kata Bambang, dibawa ke Eropa menggunakan drum dengan kandungan RON 100. Lantaran belum sesuai dengan standar Lamborghini, Pertamax Turbo dicampur dengan bahan bakar RON 93 dan zat aditif lain hingga kandungan oktannya 98. Sebelum ekspansi ke Eropa, Bambang mengatakan Pertamina harus membayar environment tax USD 1 setiap 1 liter Pertamax Turbo.

Ia belum menghitung pendapatan dari hasil uji coba tersebut. Meski begitu ia memprediksi meraih untung. Bambang menargetkan lima kiloliter terjual dalam sebulan. Di Indonesia, Bambang memperkirakan harga jual Pertamax Turbo sekitar Rp 10 ribu. Produk ini digadang-gadang bisa menggantikan pasar Pertamax Racing yang dijual seharga Rp 50 ribu per liter.

Alasannya, pemilik sport car di kota-kota besar memilih Pertamax Plus ketimbang Pertamax Racing. Nantinya Pertamax Racing akan dijual dalam kemasan kaleng. Bambang optimistis Pertamax Turbo bakal diterima di pasar Indonesia. Dengan perbedaan harga yang tak signifikan dengan Pertamax Plus RON 92, ia mengatakan Pertamax Turbo bisa menjadi salah satu opsi bagi pengendara mobil. “Kalau di Eropa diterima, harusnya di Indonesia bisa diterima juga,” kata Bambang.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!