Ditantang Terjun dari Monas, Ini Reaksi Teman Ahok

redaksi.co.id - Ditantang Terjun dari Monas, Ini Reaksi Teman Ahok , Jakarta - Juru Bicara Teman Ahok Singgih Widyastomo mengaku tak risau dengan kicauan politikus...

23 0

redaksi.co.id – Ditantang Terjun dari Monas, Ini Reaksi Teman Ahok

, Jakarta – Juru Bicara Teman Ahok Singgih Widyastomo mengaku tak risau dengan kicauan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Habiburokhman di media sosial Twitter.

Habiburokhman menyatakan siap terjun dari puncak Monumen Nasional (Monas) jika relawan Basuki Tjahaja Purnama, alias Teman Ahok mampu mengumpulkan sejuta KTP warga Jakarta sebagai syarat Ahok maju sebagai calon independen pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 mendatang.

Statement seperti itu malah menjadi bahan tertawaan di sekretariat Teman Ahok. Apalagi, ucapan tersebut kurang etis jika keluar dari seorang politisi, ujar Singgih saat dihubungi Tempo, Minggu, 27 Maret 2016.

Singgih mengatakan banyak pihak yang sembarangan berkomentar, tanpa tahu proses dan sistem pengumpulan KTP yang dilakukan Teman Ahok. “Kalau ada yang menganggap pengumpulan sejuta KTP itu rekayasa, nanti kan bisa dibuktikan di Komisi Pemilihan Umum,” ujarnya.

Singgih menanggapi ringan kicauan Habiburokhman, yang menuding jumlah KTP warga Jakarta yang disebut di situs Teman Ahok hanyalah klaim sepihak, karena tak disertai identitas pemilik KTP. Itu bukan sepihak.

Sedari awal, Teman Ahok menyatakan akan menjaga privasi dan keamanan data warga yang mendaftarkan KTP-nya. Menurut Singgih, kerahasiaan data pemilik KTP itu penting, karena bisa saja data tersebut digunakan untuk hal negatif. Pemilik KTP juga minta dirahasiakan, jadi tak sepihak. “Mereka menyerahkan KTP karena mereka percaya pada Teman Ahok, ini soal menjaga kepercayaan,” kata dia.

Singgih mengatakan saat ini sudah terkumpul lebih dari 300 ribu KTP sebagai dukungan untuk Ahok maju Pilkada secara independen. Dihubungi terpisah, Habiburokhman sendiri membenarkan kicauan di akun twitternya.

Soal twitter, memang akun @habiburokhman adalah akun saya, dan yang saya sampaikan memang benar seperti tertulis disitu, kata dia saat dihubungi Tempo, Minggu, 27 Maret 2016. Untuk maju melalui jalur independen, Ahok harus memenuhi syarat yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), yaitu menggalang dukungan hingga minimal 7,5 persen dari total daftar pemilih tetap. Di DKI Jakarta, jumlah itu setara dengan 532.210 pemilih. YOHANES PASKALIS

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!