5 Bintang Terpuruk di Liga Inggris 2015/16

redaksi.co.id - 5 Bintang Terpuruk di Liga Inggris 2015/16 Seorang bintang memang tidak selamanya bisa bersinar terang. Ada kalanya, saat dibutuhkan klub, sang pemain malah menampakkan...

30 0

redaksi.co.id – 5 Bintang Terpuruk di Liga Inggris 2015/16

Seorang bintang memang tidak selamanya bisa bersinar terang. Ada kalanya, saat dibutuhkan klub, sang pemain malah menampakkan performa buruknya.

Suporter pun menggugat, klub kecewa karena performa sang bintang tidak sesuai harapan. Ini terjadi di semua liga, termasuk Liga Primer Inggris.

Cukup banyak pemain-pemain yang bintangnya meredup musim ini di Liga Primer. Ada yang disebabkan oleh cedera, kehilangan motivasi, atau hal lainnya.

Sialnya, buruknya performa sang bintang berimbas langsung kepada prestasi klub yang mereka bela. Siapa saja mereka? Berikut lima bintang Liga Inggris yang sinarnya meredup di musim 2015/16:

Eden Hazard

Eden Hazard jadi salah satu bintang Chelsea saat jadi kampiun Liga Inggris 2014/15. Pemain asal Belgia ini mencetak 14 gol dan 9 assist. Dia pun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik pilihan asosiasi pemain Liga Inggris.

Namun, musim ini, performa sebaliknya diperlihatkan Hazard. Seiring dengan dropnya prestasi Chelsea, kiprah Hazard di lapangan pun menurun drastis.

Tidak satu gol pun dicetak Hazard di Liga Inggris, musim ini. Padahal, oleh pelatih, dia kerap dijadikan andalan, tampil 26 kali, 21 di antaranya sebagai starter.

Isunya, Hazard mulai kehilangan gairah membela The Blues. Bahkan, dia disebut-sebut ingin hengkang. Klub Italia, Juventus, salah satu yang menginginkannya.

Christian Benteke

Christian Benteke didatangkan cukup mahal oleh Liverpool, di awal musim. Penyerang asal Belgia itu diboyong seharga 32,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 610 miliar dari Aston Villa.

Dengan harga itu, tentu kubu Liverpool berharap banyak kepada pemain berusia 25 tahun ini. Apalagi, tiga musim terakhir bersama Villa, dia selalu mampu mencetak dua digit gol.

Tapi, yang terjadi di luar harapan. Hingga saat ini, dari 25 laga di Liga Inggris, Benteke baru mencetak tujuh gol. Suporter dan manajemen Liverpool pun kecewa.

Benteke dianggap gagal beradaptasi dengan permainan Liverpool. Masuk akal, karena Brendan Rodgers, pelatih yang merekrutnya dari Villa, kini sudah digantikan Jurgen Klopp.

Wilfried Bony

Sama seperti Christian Benteke. Wilfried Bony harus menanggung beban karena harganya yang mahal saat direkrut dari Swansea City. Pemain asal Pantai Gading itu didatangkan Manchester City seharga 25 juta pound, Januari lalu.

Namun, penampilan Bony ternyata naik turun. Bahkan, saat penyerang utama Sergio Aguero cedera, Bony juga tak mampu membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang andalan.

Musim ini di Liga Primer Inggris, Bony baru mencetak empat gol dari 21 pertandingan. Untuk pemain dengan harga 25 juta pound, empat gol tentu saja merupakan rapor yang sangat buruk.

Kini, waktu Bony sepertinya hampir habis. Sebab, musim depan, Manchester City akan dilatih Josep Guardiola. Jika Bony tak mampu meningkatkan performanya, rasanya mustahil Bony dipertahankan.

Bastian Schweinsteiger

Masalah utama Bastian Schweinsteiger, jelas cedera. Bahkan, saat pertama datang ke Manchester United dari Bayern Muenchen, gelandang berambut pirang ini sempat absen lama.

Namun suporter tentu tak mau tahu. Yang mereka inginkan, Schweinsteiger tetap tampil bagus seperti ketika membela Muenchen, atau saat membawa Jerman jadi juara dunia di Piala Dunia 2014.

Saat pulih dari cedera, performa Schweinsteiger pun naik-turun. Jelas betul, dia butuh waktu untuk menemukan kembali performa terbaiknya.

Sementara, faktor usia juga jadi masalah lain bagi Schweinsteiger. Kini, pemain asal Kolbelmoor, Jerman itu telah berusia 31 tahun.Namun, Schweinsteiger masih punya waktu membuktikan kapasitas dia hingga akhir musim. Jika tidaknya, kontraknya yang berlaku hingga 2018, bukan tak mungkin diputus lebih cepat.

Bafetimbi Gomis

Bafetimbi Gomis mengawali musim dengan sangat baik bersama Swansea City. Dia mencetak empat gol di empat laga awal Swansea di Liga Primer 2015/16.

Swansea ketika itu mencetak dua kemenangan dan dua kali imbang. Namun, setelah itu performa Swansea dan Gomis menurun drastis. Dalam 26 laga setelahnya, Gomis hanya mampu mencetak dua gol!

Suporter pun kecewa karena performa buruk Gomis berimbas langsung kepada prestasi Swansea. Kini, tim yang diasuh Francesco Guidolin ini tertahan di posisi ke-15 dengan hanya mengoleksi 36 poin dari 31 laga.

Hal lain, yang membuat suporter kesal, belakangan Gomis mulai dikenal dengan posisinya kerap terperangkap offside. Tak heran, beberapa kali di beberapa pertandingan, dia disoraki suporter.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!