Miliarder Ini Ekspansi Bisnis Minuman Soda di Afrika

redaksi.co.id - Miliarder Ini Ekspansi Bisnis Minuman Soda di Afrika Mohammed Dewji memiliki rencana ambisius untuk menantang merek besar di Afrika. Daftar merek besar jadi sasarannya...

33 0

redaksi.co.id – Miliarder Ini Ekspansi Bisnis Minuman Soda di Afrika

Mohammed Dewji memiliki rencana ambisius untuk menantang merek besar di Afrika. Daftar merek besar jadi sasarannya antara lain Coca Cola, Red Bull dan Fanta.

“Kami mengambil Coca Cola dengan merek kami sendiri disebut Mo Cola. Kami juga berjuang untuk ambil merek Red Bull dengan Mo Energy Drink. Seperti mereka memiliki fanta, kami juga memiliki merek sendiri,” tutur CEO Grup MeTL Mohammed Dewji, seperti dikutip dari laman CNN Money, Sabtu (26/3/2016).

Coca Cola berada di Afrika mencapai 88 tahun, dan dapat ditemui di mana-mana. Dengan kehadiran merek minuman bersoda Dewji, pihaknya mengambil pangsa pasar 3,5 persen dari total pangsa pasar di Tanzania sejak diluncurkan dua tahun lalu.

“Jika saya dapat mengambil pangsa pasar 15 persen maka saya akan membuat uang besar,” tutur dia.

Hal itu tidak menjadi tantangan baru bagi Dewji. Ia mengambil bisnis ayahnya senilai US$ 30 juta, dan meningkatkan pertumbuhan hingga menjadi konglomerat di Afrika. Pendapatan perseroan mencapai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 19,88 triliun (asumsi kurs Rp 13.258 per dolar Amerika Serikat) dalam 10 tahun.

Grup perusahaan Dewji mencakup 31 industri di 11 negara termasuk usaha di bidang pertanian, manufaktur, barang konsumsi, keuangan, telepon seluler, real estate, minyak dan logistik.

Bersaing dengan pemain besar seperti Coca Cola dan Pepsi berarti ia punya sesuatu untuk memproduksi dan mendistribusikan pada skala besar. Akan tetapi itu bukan tantangan terbesar.

Membujuk orang untuk beralih merek jauh lebih besar perjuangannya. “Tetapi (Mo-Cola) adalah sedikit berbeda. Saya pikir itu lebih manis. Di Afrika, saya pikir orang lebih memilih minuman yang lebih manis,” kata dia.

Ia juga menawarkan hal lain sebagai pemanis yaitu menawarkan harga lebih murah 25 persen dari pesaing utama. Dewji tidak hanya menantang Coca Cola, tetapi juga melawan perusahaan multinasional besar seperti Nestle, Unilever, dan Procter and Gamble (PG) di Tanzania.

“Kami punya hampir 60 persen pangsa pasar dalam minyak, dan 60 persen untuk sabun. Jika Anda melihat Unilever dan Procter and Gamble dalam hal deterjen dan minyak nabati hanya sebesar lima persen atau lebih rendah,” kata dia

Dewji merupakanorang terkaya ke-31 di Afrika. Usahanya makin berkembang, dan memberikan kontribusi tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanzania dan mempekerjakan 28 ribu orang. Angka itu hampir lima persen dari tenaga kerja itu.

Jika dia mendapat formula tepat, dia berharap untuk meningkatkan pendapatan hingga US$ 5 miliar, dan mempekerjakan 100 ribu orang di seluruh Afrika pada 2018. (Ahm/Ndw)

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!