Waspadai Sweeping, Manajemen Grab Larang Sopir Pakai Atribut

192

redaksi.co.id – Waspadai Sweeping, Manajemen Grab Larang Sopir Pakai Atribut

, Jakarta – Perusahaan transportasi berbasis online, Grabbike menghimbau agar pengemudinya tidak menggunakan atribut perusahaan untuk menghindari sweeping massa dari para sopir taksi konvensional yang sedang demonstrasi.

“Sementara waktu kami himbau agar sopir kami tidak menggunakan atribut Grab,” tutur Manager Public Relation Grabbike, Dewi Nuraini kepada Tempo, Selasa, 22 Maret 2016.

Dewi mengatakan sejak jauh hari telah mengingatkan kepada para pengemudinya untuk tidak menggunakan seragam Grab. Bahkan perusahaan juga menghimbau agar tidak melakukan transaksi di kawasan titik kumpul massa.

Saat ini manajemen memutuskan untuk memantau seluruh pengemudi melalalui jalur online. Pemantauan ini lebih intensif dilakukan untuk mewaspadai razia dari para sopir taksi konvensional.

Meski demikian, sejauh ini perusahaan masih beroperasi. Dewi juga menambahkan, dari pantauannya sejauh ini pengemudinya tidak ada yang dirazia oleh sopir. Dia juga menjelaskan bahwa tidak ada pengemudinya yang dikeroyok massa.

“Sejauh ini masih aman dan terkendali.” Di sejumlah tempat, sempat terjadi kericuhan dan amuk massa terhadap pengemudi taksi dan aplikasi online GoJek. Massa bergerak ke simpul-simpul vital ibukota dan merazia sejawatnya untuk ikut demonstrasi.

Mereka bahkan merusak mobil dan melukai pengendara GoJek yang sedang melintas. Sebelumnya, ribuan massa dari berbagai asosiasi sopir taksi konvensional silih berganti mendatangi Kominfo menuntut pemerintah segera menutup transportasi online Grabbike dan Uber.

Menurut mereka, transportasi online dianggap tidak bersaing secara sehat. Karena memberlakukan dumping tarif atau menggunakan tarif di bawah tarif standar. Taksi konvensional itu bersatu-padu berharap agar Kominfo mencabut badan hukum yang telah diberikan ke Grabbike dan Uber.

Mereka berasal dari berbagai perusahaan. Di antaranya Blue Bird, Ekspress, Eagle, Taxixu, dan sejumlah armada lain. Sejak pagi mogok massal itu dilakukan di sejumlah titik vital pemerintahan. Di antaranya Kominfo, DPR, Istana Negara, dan Balai Kota DKI Jakarta. Ribuan angkutan umum dari berbagai jenis armada serentak turun ke jalan. AVIT HIDAYAT

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!