Great Barrier Reef Australia Kena Pemutihan Karang Massal

169

redaksi.co.id – Great Barrier Reef Australia Kena Pemutihan Karang Massal

, Jakarta – Great Barrier Reef Australia tengah terkena pemutihan karang massal. Pemutihan karang massal ini berpotensi menghancurkan salah satu ikon keajaiban alam terbesar di dunia. Dua tahun terakhir, terumbu karang di seluruh dunia memang tengah babak belur akibat rekor pemanasan di darat dan laut.

Hampir seluruh terumbu karang mengalami pemutihan karang. Saat suhu memanas, koloni hewan laut yang hidup di jaringan karang akan pergi. Koloni tersebut adalah zooxanthellae yang punya kemampuan berfotosintesis. Tanpa mereka, maka sismbiosis mutualisme antara koloninya dan karang akan berakhir. Inilah yang membuat karang memutih dan kemudian mati.

Pemutihan karang mulai terjadi di Samudera Pasifik sebelah utara saat musim panas 2014.Kemudian meluas ke sebelah selatn, Samudera Hindia, dan Samudera Atlantik pada 2015. Kondisi ini mendesak National Oceanic and Atmospheric Administration menyatakan pemutihan karang global ketiga setelah 1997-1999 dan 2010.

Saat ini, pemutihan yang disebabkan oleh kombinasi dari El Nino dan perubahan iklim telah mencapai salah satu jaringan terumbu terbesar di dunia. Great Barrier Reef Australia terdiri lebih dari 3.000 terumbu dan pulau karang.

Kumpulan terumbu dan pulau karang ini juga telah dinyatakan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. “Saya menyaksikan pemandangan bawah air yang tidak ingin dilihat oleh ahli biologi laut manapun, dan tidak ada orang dengan cinta dan penghargaan bagi alam untuk itu yang ingin melihat ini,” kata Jodie Rummer, seorang peneliti senior di ARC Centre of Excellence untuk Coral Reef Studies, kepada Foxnews.com, Rabu, 30 Maret 2016.

Ia baru saja kembali dari lebih dari satu bulan di Lizard Stasiun Penelitian Pulau di Northern Great Barrier Reef. Pemutihan karang, kata dia, tak hanya terjadi pada karang keras, tetapi juga meluas pada karang lunak. Kondisi ini juga berdampak pada anemon dan kerang raksasa. Rummer menyebut pemutihan ini sebagai bencana dan khawatir akan masa depan terumbu karang dan semua yang bergantung padanya. Seperti ikan dan kehidupan laut, kata dia. Menurut dia, banyak populasi ikan terumbu tropis yang tak bisa mentoleransi peningkatan suhu yang dramatis dalam waktu tertentu.

“Jadi tinggal tunggu waktu sebelum ikan-ikan mulai merasa panas, kami mengawasi mereka,” kata Rummer. Terry Hughes dari Taskforce National Coral Bleaching mengikuti survei udara untuk 500 terumbu karang dari Cairns, Australia ke Papua Nugini. Ia pulang dengan perhatian yang sama tentang pemutihan di Great Barrier Reef.

“Ini jadi perjalanan penelitian yang paling menyedihkan selama hidup saya,” kata Hughes. Semua terumbu yang ia lalui, kata dia, hampir semua terkena pemutihan. Mulai dari lereng, sampai atas karang memutih.

Hughes terbang 4.000 Kilometer di atas wilayah paling murni Great Barrier Reef. Hanya empat terumbu yang tak memutih, kata dia. Parahnya pemutihan ini, kata dia lebih hebat dari awal pemutihan pada 2002 atau 1998. Melihat hasil survei yang menemukan 50 persen kematian pada beberapa terumbu, Great Reef Marine Park Authority telah maningkatkan tanggapannya terhadap level 3.

Level ini menunjukkan pemutihan yang parah. Namun mereka juga berharap bahwa hujan baru-baru ini dan kondisi berawan bisa menyisakan beberapa terumbu karang dari kerusakan akibat pemutihan. TRI ARTINING PUTRI | FOXNEWS

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

loading...

Comments

comments!