Butuh Modal Besar Agar Ekonomi Tumbuh 1 Persen

160

redaksi.co.id – Butuh Modal Besar Agar Ekonomi Tumbuh 1 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir untuk menumbuhkan ekonomi sebesar satu persen dibutuhkan modal yang lebih besar dari periode sebelumnya.

“Sebabnya ada dua, pembangunan infrastruktur, dan volume output komoditas pertambangan yang turun,” kata Darmin Nasution saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu 30 Maret 2016.

Darmin menjelaskan bahwa dalam ilmu ekonomi ada yang disebut Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang merupakan rasio atau perbandingan antara modal yang dibutuhkan secara nasional untuk melahirkan pertumbuhan satu persen. “Itu bisa dihitung,” ucapnya. Dalam beberapa tahun terakhir angka ini membesar sehingga untuk melahirkan pertumbuhan satu persen, membutuhkan modal lebih besar. “Pertama karena tahun terakhir, banyak yang membangun infrastruktur,” ia menuturkan.

Menurut Darmin, modal untuk pembangunan infrastruktur memang lebih mahal untuk menghasilkan pertumbuhan satu persen tadi. Kedua, volume output komoditas pertambangan turun, padahal modalnya naik. “Jadi itu persoalan yang dilalui oleh suatu negara seperti yang kita lalui tahun-tahun terakhir.” Darmin menilai jika nanti infrastruktur sudah jadi dan ada investasi di sektor industri, angka itu akan mengecil kembali. “Jadi bukan investasi tidak efektif, memang pilihannya harus buat infrastruktur dulu.

“Sebelumnya, Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Muliaman Hadad menilai pemanfaatan modal di Indonesia tidak efisien karena peningkatan investasi tak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia mengatakan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dari 7,5 persen menjadi 9,5 persen sepanjang 1985 hingga 2014.

Kontribusi terhadap produk domestik bruto juga baik dari 23 persen jadi 33 persen pada periode yang sama. Namun, indeks akumulasi kapital dan penggunaan modal terhadap PDB atau ICOR naik dari 4 persen ke 6 persen dalam 30 tahun terakhir. Jika sebelumnya, pada 1985, investasi sebesar 4 persen sudah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 1 persen, pada 2014 dibutuhkan investasi sebesar 6 persen untuk meraih pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen.

(red//ainuddin/MZ)

loading...

Comments

comments!