5 Momen Terindah Barca di El Clasico

redaksi.co.id - 5 Momen Terindah Barca di El Clasico Partai akbar antara Barcelonamelawan Real Madrid yang bertajuk El Clasico tersaji di Camp Nou, Sabtu (2/4/2016). Berikut...

40 0

redaksi.co.id – 5 Momen Terindah Barca di El Clasico

Partai akbar antara Barcelonamelawan Real Madrid yang bertajuk El Clasico tersaji di Camp Nou, Sabtu (2/4/2016). Berikut lima momen tak terlupakan Barca pada partai El Clasico.

Ini menandai partai El Clasico edisi ke-265. Berkaca dari rekor pertemuan, Barca pantas tersenyum menatap pertandingan nanti. Blaugrana meraih 109 kemenangan. Adapun, Madrid baru 96 kali menang. 58 partai lainnya berakhir imbang.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di markas Madrid, Stadion Santiago Bernabeu, (21/11/2015). Barca kala itu menang telak dengan skor 4-0. Luis Suarez menjadi pahlawan kemenangan Blaugrana dengan menciptakan dua gol. Sepasang gol Raksasa asal Catalunya lainnya dicetak oleh Neymar dan Andres Iniesta.

Meski demikian, kemenangan dengan skor terbesar pada partai El Clasico tetap dipegang oleh Real Madrid. Los Blancos sukses mengempaskan Barca dengan skor 11-1 di Santiago Bernabeu pada 13 Juni 1943.

Kejadian itu tercipta pada ajang Generalissimo Cup yang kini berubah nama menjadi Piala Raja Spanyol. Saat itu, Spanyol dilanda perang saudara antara kubu kerajaan yang diwakili Jendral Franco melawan kubu Catalan yang merupakan representasi rakyat Catalunya.

Cerita yang berkembang dari kubu Barcelona adalah terdapat campur tangan Jendral Franco pada partai itu. Franco mengirimkan utusan untuk mengintimidasi para pemain Barca. Konon, para pemain Blaugrana diperingatkan untuk tidak membawa bola ke jantung pertahanan Madrid jika ingin hidup mereka nyaman.

Itu menandai salah satu momen terbaik Madrid pada ajang El Clasico. Berikut lima momen terindah milik Barcelona.

1. Luis Figo Diburu Carles Puyol di Camp Nou (Musim 2000-2001)

Sebagai mantan kapten Barcelona, Luis Figo tentunya menjadi bulan-bulanan fans saat kembali ke Camp Nou dengan berseragam Real Madrid. Pria asal Portugal itu pindah ke Madrid pada bulan Juli 2000 dengan transfer sebesar 62 juta euro (Rp 930 miliar), yang kala itu memecahkan rekor tranfser dunia.

“Mereka tidak memperlakukan saya dengan baik. Itulah yang membuat saya marah. Meski waktu telah berlalu, saya masih tetap memendam amarah. Karena klub tidak menghargai saya,” ucap Figo.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi. Terkadang, saya duduk di bangku cadangan tanpa alasan yang jelas. Saya pikir itu cara mereka menyiksa saya. Sementara di Madrid saya adalah pemain yang diinginkan oleh presiden klub (Florentino Perez),” ia menambahkan.

Pada partai El Clasico yang berlangsung di Camp Nou (21/10/2000), Figo dibuat tak berkutik oleh bek muda Barca bernama Carles Puyol. Dengan agresif, Puyol, yang saat itu masih berusia 23 tahun, terus memburu ke mana pun Figo membawa bola.

Barca akhirnya menang dengan skor 2-0. Kedua gol Raksasa asal Catalunya lahir melalui aksi Luis Enrique, yang kini menjadi pelatih Barca, dan Simao.

2. Lambaian Tangan Gerard Pique di Camp Nou (Musim 2010-2011)

Barcelona tampil perkasa saat menjamu Real Madrid di Camp Nou pada laga lanjutan La Liga Spanyol (29/11/2011). Partai ini juga menandai hari ulang tahun Barca yang ke-111.

Dipimpin oleh Carles Puyol, Barca langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Blaugrana mencetak gol pertama melalui aksi Xavi Hernandez pada menit kesembilan. Pedro Rodriguez kemudian menggandakannya pada menit ke-17.

Barca tampil semakin menggila pada babak kedua. Pedro mencetak gol keduanya pada menit ke-54. David Villa membuat Blaugrana unggul 4-0 tiga menit berselang. Pesta gol Barca ditutup oleh gol Jeffren pada masa injury time.

Seusai pertandingan, bek Barca, Gerard Pique, melakukan aksi yang tak biasa. Pemain berkebangsaan Spanyol itu menunjuk ke arah penonton dan melambaikan tangan, seolah menggambarkan bahwa ini merupakan musim tersukses Barca di sepanjang sejarahnya.

3. Lionel Messi Mencetak Hat-trick (musim 2006-2007)

Lionel Messi menjalani debutnya melawan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu (19/11/2005). La Pulga, yang saat itu masih berusia 19 tahun, mengisi lini depan Barca bersama Samuel Eto’o dan Ronaldinho.

Meski demikian, Ronaldinho yang menjadi bintang kemenangan Barca kala itu. Pria asal Brasil itu menciptakan sepasang gol dan membawa Barca menang tiga gol tanpa balas.

Messi baru bisa menciptakan gol perdananya semusim berselang. Tak tanggung-tanggung, pemain asal Argentina itu menciptakan tiga gol sekaligus di Camp Nou (10/3/2007). Laga berakhir dengan skor imbang 3-3.

Messi, yang masih mengenakan nomor punggung 19, awalnya terlihat canggung. Namun, dia mampu membuktikan kemampuannya seiring berjalannya laga dan membukukan tiga gol. Seusai pertandingan, banyak yang menahbiskan Messi sebagai titisan Maradona.

4. Standing Ovation untuk Ronaldinho di Santiago Bernabeu (Musim 2005-2006)

Kejadian itu tercipta di Santiago Bernabeu pada partai La Liga (19/11/2005). Partai ini juga menandai debut Lionel Messi pada ajang El Clasico.

Ronaldinho, yang turun memperkuat lini depan Barca dalam posisi trisula bersama Samuel Eto’o dan Messi, tampil mengagumkan. Pria asal Brasil itu menciptakan dua gol dan membawa Blaugrana menang 3-0.

Seusai pertandingan, Ronaldinho menebar senyum semringah ke arah penonton. Senyum sang pria asal Brasil mendapatkan sambutan positif dari pendukung Madrid. Dia mendapatkan sambutan meriah dan standing ovation.

“Ya, saya sangat bangga. Ketika itu terjadi, saya tak begitu memperhatikan apa yang terjadi. Saya mencetak gol lalu merayakannya,” tutur Ronaldinho.

“Setahu saya, hanya Maradona yang mendapat perlakuan seperti ini di Madrid. Saya pernah membicarakan bersama soal itu karena ini adalah kenangan yang indah,” ia menambahkan.

5. Hat-trick Romario (Musim 1993-1994)

Kejadian itu tercipta pada pekan ke-18 La Liga (8/1/1994). Kala itu, partai El Clasico berlangsung di Camp Nou. Ini menandai pertandingan pertama Romario melawan Real Madrid.

Gol pertama Romario hadir dengan cara mengesankan. Pria asal Brasil itu melakukan gerakan memutar dan melewati adangan bek Rafael Alkorta. Dia kemudian menaklukkan kiper Paco Buyo dengan tembakan ke pojok kanan gawang.

Gol Barca lainnya dicetak oleh Ronald Koeman dan Ivan. Kemenangan 5-0 Barca atas Real Madrid ini merupakan kemenangan ke empat dengan skor lima gol tanpa balas setelah tiga sebelumnya terjadi pada tahun 1935, 1945 dan 1974 lalu.

Sumber: Berbagai Sumber

© Logo Barcelona Logo Barcelona

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!