5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibeli Secara Online

redaksi.co.id - 5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibeli Secara Online Gak bisa dimungkiri, belanja online secara umum lebih enak ketimbang beli di toko fisik. Gak perlu...

28 0

redaksi.co.id – 5 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibeli Secara Online

Gak bisa dimungkiri, belanja online secara umum lebih enak ketimbang beli di toko fisik. Gak perlu capek macet dan ngantri di kasir.

Tapi sistem transaksi lewat jaringan Internet ini bukan tanpa kelemahan. Menurut data yang dilansir Kompas, jumlah kasus penipuan online yang dilaporkan pada 2014 ada 404.

Itu yang dilaporkan, lho. Bisa saja jumlah yang dilaporkan lebih besar.

Sejatinya, ada beberapa barang yang tidak direkomendasikan dibeli secara online. Salah satunya ya itu. Untuk menghindari penipuan online.

Berikut ini 5 barang yang sebaiknya tidak dibeli secara online.

Orang kalau beli gadget biasanya ingin menjajal dulu. Dilihat-lihat kemampuannya dan dicek kalau ada yang cacat.

Beli handphone, misalnya. Pastinya kita mau melihat dalemannya. Kualitas kameranya gimana. Kalau buat nelpon suaranya jernih, gak.

Mendingan datangi konter atau diler biar makin mantap sebelum beligadget impian

Ini gak bakal kita dapatkan kalau beli secara online. Bahkan bisa-bisa kita ditipu. Yang ditawarkan barang original, yang dikirim ternyata barang palsu atau refurbished. Bisa hamsyong.

Selain obat komersial biasa, ada obat yang harus dibeli dengan resep. Dalam kasus kayak gini, masak kita mau beli online?

Mending datang langsung ke apotek, terus tanyakan soal obat itu langsung ke apoteker atau petugas yang berjaga. Masalah obat bukan hal sepele.

Sudah banyak apotek tersebar di seantero kota, masa iya beli obat saja harus pakai online

Maunya sembuh, tapi malah bisa sakit gara-gara salah takar dosis obat. Kalau beli semacam Paramex dan kawan-kawan, silakan saja pakai jasa online. Yang penting bayar.

Bahaya besar mengintai kalau beli barang branded secara online. Mau beli tas Hermes, misalnya. Lihat di Internet, ada yang jual dengan harga miring.

Bahkan jauh lebih miring ketimbang yang ada di outlet mall. Lantaran telanjur ngiler, langsung main transfer aja ke penjualnya.

Begitu kiriman datang, ternyata tas Herpes alias Hermes KW. Sebaiknya sih datang dan sentuh langsung barang branded untuk menghindari kasus kayak gini.

Barang branded ini tricky, karena orang Indonesia dan China jago banget sama yang namanya ngebajak

Jadi, kita bisa mastiin bahwa barang itu bener-bener asli dari bentuk fisiknya. Bukan hanya modal gambar doang.

Beli kulkas, TV, atau microwave sebaiknya lewat offline saja. Kenapa? Sebab kita bisa lebih memastikan kualitas barang itu.

Seperti gadget saja. Kita bisa mencek dari ujung atas sampai bawah barang yang mau dibeli. Dites di tempat juga bisa.

Gak mau kan, udah bayar mahal, barang datang. Ternyata gak bisa jalan. Memang sih, bisa diklaim garansi.

Mending beli barang elektronik di toko atau supermarket, biar yakin sama barangnya

Tapi kan tambah ribet urusan. Jadi harus telepon seller, komplain, ngurus garansi bolak-balik. Akhirnya, rugi waktu, tenaga, dan duit.

Memangnya ada yang jual hewan secara online? Oo, ada. Jangan salah. Bahkan gak hanya hewan peliharaan.

Hewan langka juga banyak yang dijual online. Padahal praktik ini jelas-jelas menyalahi aturan.

Kalau beli peliharaan secara online, kita harus siap dengan risiko tertipu oleh gambar. Seperti kasus Hermes di atas.

Yang ditampilkan di gambar anjing sehat nan lucu menggemaskan. Tapi bisa saja yang dikirim adalah anjing yang kumal tak terawat.

Duh, imut banget sih! Sayang kalau beli hewan saja harus dikirim

Penjual berdalih, jenis anjing sama. Gambar yang ada di situs hanya contoh. Capek, deh.

Mungkin ada sederet barang lain yang sebaiknya tidak dibeli secara online selain lima barang di atas. Kita mesti menimbang keputusan sebelum beli online.

Selain melihat jenis barang, lihat juga reputasi penjualnya. Kalau bisa, pakai jasa rekber alias rekening bersama agar transaksi lebih aman.

Lewat rekber, duit kita akan ditampung dulu. Kalau kita udah mastiin barang sesuai dengan yang ditawarkan, baru deh duit itu dicairkan ke penjual.

Soal duit kayak gini, kita gak bisa main-main. Rugi lah hasil kerja keras habis dibabat penipu online.

malkan keuangan Anda. Like Facebook page kami untuk mendapatkan artikel dan info terbaru dari kami.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!