Ini Profil Perusahaan BUMN yang Direkturnya Ditangkap KPK

redaksi.co.id - Ini Profil Perusahaan BUMN yang Direkturnya Ditangkap KPK KPK telah menangkap dua pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan satu orang swasta dalam operasi...

32 0

redaksi.co.id – Ini Profil Perusahaan BUMN yang Direkturnya Ditangkap KPK

KPK telah menangkap dua pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan satu orang swasta dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis 31 Maret 2016.

Penangkapan terkait dengan upaya penghentian penyidikan kasus korupsi perusahaan BUMN, PT Brantas Abipraya (PT BA) di Kejaksaan Tinggi Jakarta.

“Kemarin kita melakukan operasi tangkap tangan. KPK mengamankan tiga orang dalam operasi pada Kamis 31 Maret 2016 pukul 9 pagi di sebuah hotel bilangan Cawang Jaktim,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Ketiga orang tersebut adalah SWA Direktur Keuangan PT BA, DPA Senior Manager PT BA, dan MRD swasta.

Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan, Kementerian BUMN sedang melakukan konfirmasi kebenaran kabar penangkapan direksi PT Brantas Abipraya oleh KPK.

Jika memang benar atau dipastikan bahwa tersangka yang ditangkap oleh KPK merupakan direksi dari Brantas Abipraya, maka Kementerian BUMN akan langsung memberhentikan yang bersangkutan.

“Kalau sudah berstatus tersangka dari KPK, Kementerian BUMN memberhentikannya terhitung sejak status tersangka. Tentunya setelah jelas status hukum yang bersangkutan,” jelasnya kepada Liputan6.com.

Lalu seperti apa profil dari PT Brantas Abipraya Berikut ulasannya seperti dikutip Liputan6.com dari laman resmi Brantas Abripraya, BUMN go.id dan sumber lainnya:

PT Brantas Abipraya merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di sektor jasa konstruksi. Perusahaan yang dirikan pada 12 November 1980 merupakan hasil pemekaran dari Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas, yang lebih dikenal dengan sebutan Proyek Brantas.

Tak hanya membangun bendungan, perusahaan yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia itu telah memperkaya bisnis utamanya seperti irigasi, gedung, bandara, jalan, jembatan hingga pembangkit listrik.

Pengembangan usaha perseroan telah dilakukan dengan diversifikasi produk melalui pembentukan anak perusahaan. Saat ini, perusahaan tersebut dipimpin oleh Bambang E Marsono sebagai Direktur Utama dan tiga direktur yaitu Sudi Wantoko, Muhammad Basir dan Syarif.

PT Brantas Abipraya tercatat telah menggarap sejumlah proyek infrastruktur di Tanah Air yaitu:

1. Bendungan

– Bendungan Bili-Bili, Kab. Goa, Sulawesi Selatan

– Bendungan Batu Bulan, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

– Bendungan Wadas Lintang, Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).

– Bendungan Telaga Tunjung.

– Bendungan Palasari, Bali.

– Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur (Jatim).

– Bendungan Jatibarang, Semarang, Jateng.

– Bendungan Koto Panjang, Riau.

– Bendungan Benel, Bali.

– Bendungan Bening Widas, Madiun, Jatim.

– Bendungan Ponre-Ponre, Sulawesi.

– Bendung Karet Waledan, Indramayu, Jawa Barat (Jabar)

– Bendung Karet Gubeng, Surabaya, Jatim.

– Bendungan Pandanduri, Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT).

– Bendungan Bajul Mati, Banyuwangi, Jatim.

– Bendungan Titab, Buleleng, Bali.

– Bendung Gerak Tempe, Sulawesi Selatan.

– Bendungan Bintang Bano, Sumbawa Barat.

– Bendung Kedungombo, Purwodadi, Jateng.

– Bendungan Marangkayu, Kalimantan Timur.

2. Tunnel Work

– Terowong Waduk Jatibarang, Semarang, Jateng

– Kotopanjang HEPP Diversion Tunnel, Bangkinan, Riau

3. Jalan dan jembatan

– Underpass Cibubur, Jabar

– Access Road Upper Cisokan Project, Jabar

– Jembatan Sungai Wariki, Irian Jaya

– Pelebaran Jalan Lampeong – Batas Prov. Kaltim

– Pembangunan Jalan Simpang Blusuh – Batas Kalteng

– Pembangunan Jalan Balai Bekuak – Aur Kuning 1, Kalbar

4. Irigasi dan perbaikan sungai

– Normalisasi Kali Sunter

– Normalisasi Kali Mookervart Hulu 2

– Jaringan Irigasi D.I. Oko-Oko, Sulawesi

– Jaringan Irigasi Air Lakitan, Sumatera

– Jaringan Irigasi D.I. Benua Aporo-2, Sultra

– Jalan Bomberai – Hurimber, Irian Jaya

5. Gedung

– Gedung Pendidikan IPB, Bogor, Jabar

– Pabrik Plywood Pare, Kediri, Jateng

– Pabrik Kelapa Sawit Tomata, Sulawesi

– Gedung Kementrian PU, Jakarta

– Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang

– Gedung SDA Kementrian PU, Jakarta

– Gedung Askes Cabang Makassar

– Gedung STKIP Udayana, Bali

– Gedung DPRD Kulonprogo, Yogyakarta

– Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Kota Balikpapan

6. Pembangkit listrik

– Ampel Gading Power House, Malang, Jatim

– Cirata Hydro Electrical Power Plan, Bandung, Jabar

– Saguling Hydro Electrical Power Plan, Bandung, Jabar

(Ndw/Gdn)

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!