5 Momen Klub yang Jadi Juara Liga Tercepat

redaksi.co.id - 5 Momen Klub yang Jadi Juara Liga Tercepat Terkadang, sebuah tim mampu mengamankan gelar liga tanpa harus menunggu hingga akhir musim. Hal itu sudah...

8 0

redaksi.co.id – 5 Momen Klub yang Jadi Juara Liga Tercepat

Terkadang, sebuah tim mampu mengamankan gelar liga tanpa harus menunggu hingga akhir musim. Hal itu sudah dilakukan tim-tim seperti Olympique Lyon, Paris Saint-Germain, dan Bayern Muenchen.

Di era sepakbola modern, mungkin masyarakat jarang melihat ada tim yang begitu mendominasi dalam persaingan di liga hingga meninggalkan tim lain dengan keunggulan besar. Biasanya, era sepakbola modern selalu dihiasi dengan pertarungan sengit hingga akhir musim.

Tengok saja kompetisi seperti Premier League. Sebagian besar tim yang menjadi juara dipaksa harus berjuang hingga akhir musim. Begitu pula dengan Barcelona dan Atletico Madrid yang harus berjibaku hingga penghujung laga Liga Spanyol 2013/2014.

Namun, terkadang sebuah tim juga tak mendapat persaingan yang berarti dalam perjuangan mereka menuju takhta juara. Seperti dikutip Sportskeeda, setidaknya ada 5 momen di mana sebuah tim mampu mengamankan gelar dengan begitu cepat.

Olympique Lyon memang tercatat sebagai tim yang sempat mendominasi persaingan Liga Prancis. Buktinya, mereka mampu meraih tujuh gelar Liga Prancis secara beruntun, yakni musim 2001/2002-2007/2008.

Momen saat mereka menjuarai Liga Prancis 2006/2007 yang akan sulit mereka lupakan. Sebab, tak ada tim yang mampu menjadi pesaing ketat Lyon dalam memperebutkan gelar.

Di akhir musim, Lyon yang mengoleksi 81 poin dari 38 laga unggul 17 poin atas Olympique Marseille di posisi 2. Namun, tim yang berjuluk Les Gones itu tak perlu menunggu hingga akhir musim untuk mengamankan gelar.

Saat itu, Lyon sudah memastikan gelar Liga Prancis sejak pekan 32. Itu saat mereka bermain 0-0 saat menjamu Stade Rennes. Sepanjang musim, Lyon sangat terbantu dengan aksi Juninho, Fred, Florent Malouda, Eric Abidal, hingga kecerdasan pelatih Gerard Houllier.

PSG baru saja melakukan hal yang menakjubkan di musim ini. Gelar Liga Prancis kembali menjadi milik mereka tanpa menemui batu sandungan di sepanjang musim. Hal itu menegaskan bahwa tak ada tim Prancis yang mampu menjadi pesaing mereka di beberapa musim terakhir.

Sejak diakuisisi perusahaan Qatar, PSG memang menjelma menjadi raksasa Prancis. Buktinya, sudah 3 musim terakhir mereka menjadi juara Liga Prancis. Sukses di musim ini yang terbilang istimewa bagi anak asuh Laurent Blanc itu.

Bayangkan, tim berjuluk Les Parisiens itu hanya butuh 30 pekan untuk mengamankan gelar. Semakin istimewa karena sukses itu dipastikan seusai mereka mempermalukan Troyes 9 gol tanpa balas di Stade del I’Aube, 13 Maret 2016.

Sukses itu didapat PSG karena mereka memang jauh lebih konsisten dari peserta lain. Saat rival mereka seperti AS Monaco, Nice, dan Lyon gagal menjaga performa mereka, PSG justru melaju kencang. Namun, sukses PSG di musim ini mengundang kritik mengenai minimnya persaingan di Liga Prancis.

Jauh sebelum pemain sekaliber Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo lahir, Munchen sudah menggemparkan dunia sepak bola dengan kesuksesan mereka di musim 1972/1973. Saat itu Muenchen masih diperkuat bomber haus gol seperti Gerd Muller.

Ya, Muller adalah aktor utama di balik sukses The Bavarian saat itu. Ia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Jerman 1972/1973 setelah melesakkan 36 gol. Berkat aksinya, Muenchen mampu meraih gelar Liga Jerman keempat.

Dengan total 34 laga yang harus dimainkan semua tim, Muenchen hanya butuh 30 pertandingan untuk mengamankan gelar. Pesaing mereka saat itu adalah Colonia dan Fortuna Dusseldorf. Dari total 34 laga, Munchen merangkai 25 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 5 kali kalah.

Sukses Muenchen saat itu terbilang mengesankan. Pasalnya, Liga Jerman masih menerapkan sistem pembagian 2 poin untuk 1 kemenangan. Sistem itu masih digunakan hingga 1995.

Munchen kembali muncul dalam sejarah momen juara liga tercepat. Sukses di musim itu pun tak menjadi sebuah kejutan. Saat itu FC Hollywood masih diperkuat pemain sekaliber Giovane Elber yang menjadi top skor dengan 21 golnya.

Selain itu, skuat asuhan Ottmar Hitzfeld juga dihiasi dengan kehadiran pemain sekaliber Oliver Kahn, Bixente Lizarazu, Ze Roberto, Michael Ballack, Claudio Pizarro, Roque Santa Cruz, dan Bastian Schweinsteiger. Dengan komposisi seperti itu, mereka menciptakan catatan hebat dalam sejarah Bundesliga.

Ya, mereka menyamai catatan yang mereka ukir sendiri pada 3 dekade lalu. Catatan itu adalah meraih gelar Bundesliga hanya dalam 30 pekan. Perbedaannya, saat itu Liga Jerman sudah menerapkan sistem pembagian 3 poin untuk 1 kemenangan.

Tak cukup sampai di situ, Muenchen melengkapi kesukseannya dengan menjadi juara DFB Pokal 2002/2003. Di final, mereka menaklukkan Kaiserslautern 3-1.

Tak salah jika menyebut Muenchen sebagai penguasa sepak bola Jerman. Buktinya, mereka mampu kembali mendominasi pada Liga Jerman 2012/2013. Itu adalah saat di mana Muenchen akhirnya menghentikan dominasi Borussia Dortmund selama 2 musim.

Saat itu, persaingan Liga Jerman memang terlihat begitu membosankan. Maklum, dari 34 pertandingan, hanya 1 tim yang bisa menaklukkan mereka. Satu-satunya tim itu adalah Bayer Leverkusen di pekan 9.

Tak tanggung-tanggung, Muenchen sukses mematahkan rekor pribadinya. Itu karena mereka hanya butuh 28 laga untuk memastikan gelar. Momen itu diukir saat Muenchen menaklukkan Eintracht Frankfurt 1-0 di Commerzbank-Arena, 6 April 2013.

Tak sampai di situ, The Bavarian juga melengkapi suksesnya dengan meraih Liga Champions dan DFB Pokal. Hingga kini, tim yang saat itu diasuh Jupp Heynckes itu disebut-sebut sebagai Muenchen terbaik sepanjang masa.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!