Warisan Leluhur, Putri Indonesia 2016 Kampanyekan Minum Jamu

redaksi.co.id - Warisan Leluhur, Putri Indonesia 2016 Kampanyekan Minum Jamu Sebagai warisan leluhur, jamu harus dijaga dan dipelihara kelestariannya. Tradisi minum jamu memang sudah mulai memudar....

32 0

redaksi.co.id – Warisan Leluhur, Putri Indonesia 2016 Kampanyekan Minum Jamu

Sebagai warisan leluhur, jamu harus dijaga dan dipelihara kelestariannya. Tradisi minum jamu memang sudah mulai memudar. Untuk itu Puteri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita Warouw mengkampanyekan minum minuman dengan bahan dasar ramuan tradisional.

Kezia yang berdarah Minahasa, Sulawesi Utara ternyata pecinta jamu sejak kecil.

“Mama saya tidak pernah ketinggalan minum jamu. Beliau secara rutin minum jamu, maka beliau selalu sehat meski usianya tidak muda lagi,” ujar Kezia di opening W’dang Cafe di Alun Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

” Saya suka jamu sejak kecil. Dulu kan mbak jamu gendong suka lewat depan rumah. Memang tidak semua jamu saya suka, saya sukanya beras kencur,” lanjutnya.

Sebagai Puteri Indonesia, salah satu tugas Kezia mempromosikan minuman tradisional Indonesia ini di setiap kunjungannya. ” Saya setiap ke daerah maupun keluar negeri selalu mempromosikan minum jamu tradisional. Bahkan di media sosial pun sudah banyak berita tentang jamu Indonesia. Ternyata jamu itu khasiatnya luar biasa,” katanya

Oleh karena itu Kezia senang dengan Mustika Ratu yang fokus memproduksi produk-produk dengan bahan dasar ramuan-ramuan asli Indonesia membuka sebuah Cafe dengan konsep tradisional Indonesia dengan nama W’dang Cafe.

Sebanyak 17 minuman berkhasiat bagi tubuh ditawarkan di cafe tersebut, seperti Gulas Berry, Gular Apple, Temu Berry, Temu Rosa, Koja Cream, Koja Float, Kuras Berry dan masih banyak lagi.

” Ini bagus banget, cafe yang menyajikan menu minuman tradisional di sebuah pusat perbelanjaan mewah. Dengan begitu kalangan menengah keatas bisa menikmati jamu begitu juga dengan anak-anak muda,” pungkasnya.

(kpl/hen/frs)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!