Cara Kementan Jaga Harga Cabai Tetap Stabil

redaksi.co.id - Cara Kementan Jaga Harga Cabai Tetap Stabil , Jakarta - Kementerian Pertanian mewaspadai produksi cabai menjelang Ramadan hingga Lebaran 2016 agar stok selalu...

48 0

redaksi.co.id – Cara Kementan Jaga Harga Cabai Tetap Stabil

, Jakarta – Kementerian Pertanian mewaspadai produksi cabai menjelang Ramadan hingga Lebaran 2016 agar stok selalu tersedia dengan harga tidak terlalu mahal sampai masyarakat, namun juga tak merugikan petani.

“Ramadan sebentar lagi akan datang di mana pada saat itu kebutuhan cabai pasti akan meningkat untuk konsumsi, sehingga perlu diambil langkah antisipasi,” kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino kepada pers di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1 April 2016).

Hal tersebut disampaikan usai panen raya cabai di Dusun Semimpen, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Salah satu program yang telah dilakukan Kementan agar pasokan cabai terpenuhi adalah dengan mencanangkan Gerakan Tanam Cabai Di Musim Kemarau (GTCK) yang telah dimulai 2015.

Gerakan yang dilakukan di seluruh sentra produksi cabai nasional itu, katanya, penting untuk menjamin pasokan komoditas tersebut selalu terpenuhi. Dengan adanya gerakan tersebut, maka harga berbagai jenis cabai seperti cabai keriting dan cabai rawit yang pernah menyentuh harga Rp 40.000 per kilogram kini turun menjadi Rp 23.000-Rp 26.000 per kilogram.

“Saat ini, kami juga telah memberikan bantuan benih cabai kepada petani untuk segera ditanam sehingga nanti saat hari raya stok selalu ada,” katanya. Penurunan harga sebesar itu, bagi petani bukan merupakan kerugian karena selama ini yang mempermainkan harga dan selalu mengambil untung besar sebenarnya pedagang.

Melihat potensi lahan di Magelang yang masih sangat luas untuk menanam cabai, Spudnik menjadikan sebagai sentra cabai sehingga bisa memasok ke Jakarta. “Jakarta selama ini menjadi barometer harga cabai. Walaupun sudah dipasok dari Jawa Barat tapi akan kita pasok lagi dari Magelang,” katanya.

Hal yang perlu diawasi dengan upaya produksi cabai adalah musim kemarau yang panjang serta adanya organisme pengganggu tanaman (OPT) antara lain hama kuning.

Saat ini, luas panen cabai di Magelang mencapai 1.121 hektare untuk kawasan Magelang timur dan untuk wilayah barat tersedia 324 hektare, sehingga total luas panen di Kabupaten Magelang sampai April 2015 mencapai 1.445 hektare. Produksi cabe rawit Maret 2016 sebesar 1.762 ton, sementara cabai besar (keriting) sebesar 10.115 ton.

ANTARA

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!