Lorenzo dan Marquez Masih Menghadapi Ejekan Fans Rossi

redaksi.co.id - Lorenzo dan Marquez Masih Menghadapi Ejekan Fans Rossi Dua pebalap asal Spanyol, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo merasa perlu untuk mengklarifikasi kabar simpang siur...

14 0

redaksi.co.id – Lorenzo dan Marquez Masih Menghadapi Ejekan Fans Rossi

Dua pebalap asal Spanyol, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo merasa perlu untuk mengklarifikasi kabar simpang siur sebelum digelarnya balapan MotoGP seri Kedua 2016 di Argentina. Keduanya membantah telah mengalami teror yang membuat mereka harus pindah hotel karena alasan keamanan.

Ada rumor, dua pebalap Spanyol itu diteror penggemar Rossi hingga mereka harus pindah hotel di Argentina. Saat jumpa pers, Lorenzo membantah rumor tersebut.

“Tidak, tidak, tidak. Saya tidak merasa ketakutan dan jika saya tidak pernah keluar dari hotel itu karena Saya menjalankan latihan atau relaksasi untuk menghadapi balapan nanti,” kata Jorge Lorenzo dilansir crash.net.

Lorenzo menjelaskan, dia memang sempat merasa ketakutan ketika berangkat ke Argentina. Tapi ketakutan itu bukan karena teror dari penggemar Valentino Rossi yang masih dendam atas dua pebalap Spanyol terkait balapan musim lalu.

“Saya memang ketakutan kemarin di atas pesawat karena salah satu mesin pesawat mati. Tapi saya tidak ketakutan di sini,” kata Lorenzo.

Balapan di Argentina tahun lalu diwarnai dengan insiden duel pertama yang melibatkan Rossi dan Marquez. Sebanyak tiga kali terjadi bentrokan antara Rossi dan Marquez pada tahun lalu.

Rossi menjadi pemenang setelah sebelumnya, pada dua putaran menjelang balapan berakhir, dia bersenggolan dengan Marc Marquez. Rossi keluar sebagai pemenang, Marquez gagal finis.

Marquez menjelaskan, bahwa peristiwa yang terjadi pada balapan tahun lalu di Argentina sebagai insiden balapan.

“Saya sudah mengatakan setelah balapan tahun lalu bahwa Saya telah melakukan kesalahan karena Saya memilih ban lunak. Saat itu buat saya, itu adalah pilihan terbaik. Tapi saya mengalami masalah, tertinggal jauh,” kata Marquez.

“Itu terjadi hanya dua lap menjelang akhir dan saya mencoba untuk melawan dia (Rossi), tapi dia jauh lebih cepat. Aku tahu aku melakukan kesalahan dan terjadi insiden balap. Padahal, saat itu lebih baik untuk tetap di tempat kedua dengan kondisi ban saat itu,” katanya.

Sementara itu, Rossi menjelaskan, “Balapan itu sangat baik karena saya mulai dengan ban belakang ekstra keras dan saya berada di baris ketiga Di tikungan pertama saya bersentuhan dengan Iannone, kehilangan beberapa waktu, tapi setelah itu saya memiliki kecepatan yang baik. Sedikit demi sedikit saya bisa menyalip pebalap di depan,” kata Rossi.

“Tapi pada saat itu Marc cukup jauh. Jadi sulit untuk mencoba untuk menangkapnya. Tapi aku merasa baik dan sepeda bekerja sangat baik dengan bagian ban belakang memakai yang keras sehingga saya bisa tiba dan memulai pertempuran untuk memimpin dua lap sebelum berakhir. Sayangnya kami senggolan dua kali dan pada senggolan yang kedua, Marc jatuh,” kata Rossi.

“Itu sangat disayangkan karena itu bisa menjadi pertempuran yang sangat baik sampai akhir. Tentang apakah itu mengubah sesuatu (dalam hubungan kami)? Sejujurnya, saya tidak tahu,” kata Rossi.

Rossi dan Marquez kemudian terlibat duel lagi di Assen. Yang paling besar adalah yang membuat harapan Rossi meraih gelar juara 2015 sirna, saat balapan di Sepang Malaysia. (Tribunnews/mba)

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!