Harga BBM Turun, Sopir Bajaj Tetap Pilih Pakai Gas

redaksi.co.id - Harga BBM Turun, Sopir Bajaj Tetap Pilih Pakai Gas Mulai 1 April 2016, harga bahan bakar minyak (BBM) BBM jenis Premium dan Solar mengalami...

55 0

redaksi.co.id – Harga BBM Turun, Sopir Bajaj Tetap Pilih Pakai Gas

Mulai 1 April 2016, harga bahan bakar minyak (BBM) BBM jenis Premium dan Solar mengalami penurunan sebanyak Rp 500 per liter.

Meskipun harga turun, hal tersebut tidak membuat sopir bajaj biru berbahan bakar gas (BBG) beralih ke BBM.

Faisal, seorang sopir bajaj menjelaskan harga gas untuk bahan bakar lebih murah daripada BBM. Bahkan saat harga BBM sudah diturunkan, harganya masih kalah murah dengan BBG.

“Masih murahan pakai gas,” ujar Faisal kepada Tribunnews.com di depan Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Faisal menceritakan jika beroperasi penuh, Bajaj yang ia gunakan hanya butuh Rp 25 ribu sehari. Kalau memakai BBM, Faisal menyebut biaya operasionalnya sampai Rp 60 ribu sehari.

“Lebih murah dari setengahnya pakai BBG biarpun harga BBM turun,” jelas Faisal.

Selama bekerja mencari nafkah, Faisal pun mengandalkan SPBG dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Karena menurut Faisal PGN paling banyak menyediakan SPBG dan infrastruktur terutama di ibukota.

“Kebanyakan PGN, ada daerah Monas, Lapangan Banteng, daerah perintis Rawamangun, sama daerah industri baru Pulogadung,” kata Faisal.

Sebelumnya, PGN berkomitmen terus menambah infrastruktur gas bumi, salah satunya dengan membangun 60 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) hingga 2019.

“Mulai 2016-2019, kami merencanakan pembangunan SPBG sebanyak 60 unit,” kata Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso.

Hendi merinci 60 unit SPBG yang akan dibangun PGN hingga 2019, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Batam, Lampung, Riau, dan Sumatera Utara.

Hendi menambahkan, saat ini PGN telah mengoperasikan 5 unit SPBG dan menyalurkan gas bumi ke 14 SPBG mitra. Tak hanya itu, PGN juga menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi dengan menggunakan Mobile Refueling Unit (MRU) di beberapa lokasi seperti di IRTI Monas, Waduk Pluit, Grogol, dan Gresik.

“Saat ini gas bumi PGN sudah memasok bahan bakar untuk bus, bajaj, taksi, hingga kendaraan pribadi,” ujarnya.

Hendi menegaskan, PGN siap untuk terus memperbanyak infrastruktur gas bumi, baik untuk sektor transportasi maupun berbagai segmen pelanggan lainnya. PGN adalah satu-satunya badan usaha di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai sektor mulai dari rumah tangga, usaha kecil menengah (UKM), komersial (hotel, mal, rumah sakit), industri, dan kelistrikan.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!