Mengintip Tarian Pedang ala Arab Saudi

redaksi.co.id - Mengintip Tarian Pedang ala Arab Saudi Hubungan Indonesia danArab Saudi telah terjalin puluhan tahun. Demi mempererat hubungan tersebut Kedutaan Arab Saudi di Jakarta mengadakan...

88 0

redaksi.co.id – Mengintip Tarian Pedang ala Arab Saudi

Hubungan Indonesia danArab Saudi telah terjalin puluhan tahun. Demi mempererat hubungan tersebut Kedutaan Arab Saudi di Jakarta mengadakan pekan budaya Arab Saudi.

Sejumlah tempat di ibu kota dijadikan tempat dihelatnya pekan budaya Saudi. Salah satunya di anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Di tempat ini, acara pekan budaya Arab Saudi dimeriahkan dengan folklor yang disertai tari-tarian. Menariknya, pergelaran budaya itu dibawakan langsung oleh penari asli asal Arab Saudi.

Menurut salah seorang penari asal Arab Saudi, Tarig Abdul Fatah Buchari, Kerajaan Saudi memang sengaja membawa tarian ini ke Tanah Air. Tujuannya, agar masyarakat bisa melihat langsung bagaimana indahnya tarian serta folklor yang mereka bawakan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia karena menyambut kami dengan baik,” ucap Tariq kepada Liputan6.combeberapa waktu lalu yang dimuat Jumat (1/4/2016).

Dia menyebut, tarian folklor yang mereka bawakan bukan sembarang tarian. Sebab tarian itu hanya keluar di beberapa hari penting.

“Kami sangat senang bisa membawa musik dan tarian tradisional, ini sangat spesial di Arab Saudi,” jelasnya.

“Kami sering menarikan tarian ini dalam upacara perkawinan atau saat Idul Fitri atau Idul Adha,” paparnya.

Kehadiran penari-penari asal Saudi ini sontak menghipnotis pengunjung di TMII. Puluhan orang tanpa ragu singgah khusus di anjungan aceh untuk melihat seni pertunjukan itu.

Tak hanya itu, beberapa pengunjung lainnya, bahkan sampai menghentikan langkah kaki atau kendaraannya untuk melihat kemeriahan tersebut.

Total ada tiga tarian dan musik yang dimainkan dalam pagelaran tersebut.Puluhan penari pun terlibat di pertunjukan itu.

Berikut salah satunya yang tampil unik dengan pedang.

(red/vit/idayat/AH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!