Ini Bukti Trio MSN Tak Berdaya Kontra Lini Belakang El Real

redaksi.co.id - Ini Bukti Trio MSN Tak Berdaya Kontra Lini Belakang El Real Barcelona mengalami kekalahan pada laga El ClasicoJilid II musim 2015-2016, Sabtu (2/4/2016) atau...

23 0

redaksi.co.id – Ini Bukti Trio MSN Tak Berdaya Kontra Lini Belakang El Real

Barcelona mengalami kekalahan pada laga El ClasicoJilid II musim 2015-2016, Sabtu (2/4/2016) atau Minggu (3/4/2016) dini hari WIB. Pada laga di Estadio Camp Nou tersebut, trio lini depan El Barca gagal merobek jala Real Madrid.

Hasilnya, Barcelona takluk dengan skor 1-2, meski Real Madrid bermain dengan 10 orang sejak menit ke-83 usai Sergio Ramos mendapat kartu merah. Gerard Pique membuka gol pada menit ke-56, namun dibalas Karim Benzema enam menit berselang, dan gol Cristiano Ronaldo (85′) menjadi penentu raihan maksimal Los Blancos.

Kondisi minor tersebut berada di luar prediksi banyak pihak. Apalagi tuan rumah berhasil mendominasi permainan dengan penguasaan bola mencapai hampir 70 persen. Sayang, tampil dominan tak segaris lurus dengan jumlah gol dan kemenangan.

Satu yang menjadi atensi adalah penampilan melempem trio lini depan Barcelona. Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez memang mampu menunjukkan kerja sama apik. Tapi semua itu menjadi mubazir ketika mereka gagal menyelesaikan ragam peluang. Intinya, tridente tuan rumah gagal memanfaatkan kemampuan mereka untuk merobek jala Keylor Navas.

Secara statistik, seperti dirilis Laliga.es, penampilan trio tergolong kurang efektif. Mereka juga tampil di bawah rata-rata performa sepanjang musim ini. Hal itu berbanding terbalik dengan penampilan gemilang lini belakang Real Madrid.

Pada pertandingan tersebut, Lionel Messi hanya mampu mencatat 3 tembakan, dengan 2 di antaranya meleset alias tak kena sasaran. Jumlah tembakan tersebut masih di bawah rata-rata musim 2015-2016, yang ada di angka 4,9 sepakan per gim. Level akurasi umpan yang mencapai 86% juga tak maksimal, karena pergerakan dua striker lain yang hanya menjangkau 70% sodoran Sang Messiah.

Nasib serupa dialami Neymar, yang hanya mampu mengirim satu tembakan sepanjang pertandingan, dan tak terkena sasaran gawang. Statistik tersebut sangat jauh menurun dibanding statistik reguler, yang mencapai 4 tembakan per pertandingan. Zona lari Neymar juga sangat terbatas, karena hanya sanggup mencatat 40% sukses melewati lawan.

Sedangkan sosok Luis Suarez menjadi yang terbaik di antara personel trio . Bomber asal Uruguay ini tampil efektif dengan melakukan tiga tembakan, yang semuanya tepat sasaran. Angka itu mendekati catatan reguler yang ada di titik 3,6 tembakan per partai, dan 2 sepakan tepat sasaran.

Level akurasi umpan Suarez juga tergolong di atas rata-rata sepanjang musim, dengan 84% berbanding 71,1%. Namun catatan tersebut menjadi tak maksimal, karena lini belakang Real Madrid sanggup menutup seluruh peluang di luar catatan trio .

Penampilan tak maksimal trio dianggap menjadi satu di antara faktor kegagalan Barcelona menekuk Real Madrid. Apalagi kali ini menjadi yang kedua sepanjang musim, trio bermain lengkap tapi kalah. Sebelumnya, mereka juga tak berdaya saat bersua Celta Viga. Pada pertandingan di kandang lawan (24/9/2015), armada Luis Enrique dipermak 1-4.

Gelandang Andres Iniesta mengakui timnya tampil kurang maksimal, karena gagal memanfaatkan ragam peluang yang didapat. Total, ada 14 peluang, dan hanya ada tiga sepakang tepat mengarah ke gawnag Keylor Navar, dan semuanya berasal dari aksi Luis Suarez!

“Apa yang kami dapat tak sesuai dengan dominasi sepanjang pertandingan. Banyak hal yang membuat kami tak maksimal, dan sebagian besar karena permainan lawan yang solid,” tutur Iniesta.

Ucapan penggawa timnas Spanyol tersebut tercermin di lapangan. Jalinan komunikasi antarlini Real Madrid, terutama deretan pemain bertahan tergolong rapih dan terbukti tangguh. Secara statistik, rangkaian peluang yang didapat para pemain Barcelona, mentok di sistem kuartet bek dan sepasang gelandang jangkar yang digunakan Pelatih Zinedine Zidane.

Dani Carvajal, Sergio Ramos, Marcelo dan Pepe tampil mumpuni. Meski ada unsur negatif, karena kartu merah Ramos, secara umum empat bek inilah yang membuat area bermain skuat Barcelona menjadi sangat terbatas di daerah 32 meter Los Blancos.

Carvajal tampil bagus dengan catatan 1 tekel dan 2 intersep. Lalu Pepe dengan 2 tekel, 1 intersep dan 4 blok tendangan lawan di area penalti. Belum lagi Sergio Ramos yang tampil paling dominan dengan 3 tekel bersih, 4 kali intersep, 6 blok sepakan lawan serta 3 pelanggaran.

Bek kiri Marceloa juga tampil bagus untuk menyergap pergerakan Suarez dan area penyerangan kanan milik Barcelona. Pria asal Brasil ini mampu melakukan 4 intersep dan 2 blok krusial. Dua pemain jangkar juga menunjukkan kapasitas mereka.

Casemiro mampu membuktikan diri sebagai gelandang tangguh berkat torehan 8 tekel, 3 intersep dan 3 blok. Tak mau kalah, Luka Modric juga mampu menuai 1 tekel, 3 intersep dan 3 blok. Kemampuan bertahan Modric dan Casemiro itu pula yang menjadi filter awal bagi area pertahanan Real Madrid, dan terbukti ampuh.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane menganggap, raihan kemenangan timnya berasal dari aur komunikasi yang lebih baik ketimbang pertemuan pertama di Bernabeu, saat takluk 0-4. “Tim sangat seimbang, terutama sebelum kebobolan. Kami terus tertekan, tapi itu memang gaya Barcelona, sementara kami punya yang berbeda. Kemenangan ini memberi tambahan moral bagi tim,” tegasnya.

Sumber: Laliga.es

© Statistik Barcelona Kontra Madrid (Bola.com/Samsul Hadi) Statistik Barcelona Kontra Madrid (Bola.com/Samsul Hadi)

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!