Sepak terjang Aguan di bisnis properti Tanah Air

redaksi.co.id - Sepak terjang Aguan di bisnis properti Tanah Air Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mencegah bos Agung Sedayu Group, Aguan Sugianto untuk keluar negeri.Surat cegah...

100 0

redaksi.co.id – Sepak terjang Aguan di bisnis properti Tanah Air

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mencegah bos Agung Sedayu Group, Aguan Sugianto untuk keluar negeri.

Surat cegah dilayangkan ke pihak imigrasi pada Jumat (2/3). KPK mensinyalir bos Agung Sedayu itu memiliki peran dalam kasus yang juga menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi.”Ada small signal. Kita meminta dukungan yang bersangkutan untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kejujuran,” ucap Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, ketika dihubungi, Minggu (3/4).Namun, Saut belum bisa menyebutkan bahwa Aguan terlibat dengan tiga orang tersangka atas kasus suap tersebut. “Kami belum menyimpulkan begitu,” tandasnya.Agung Sedayu Grup adalah salah satu taipan dalam bisnis properti di Indonesia. Bisnis properti yang dikembangkan Agung Sedayu berawal dari bisnis kontraktor rumah perkantoran yang didirikan secara sederhana pada 1970.

Agung Sedayu merupakan pelopor bagi pengembang properti lainnya yang banyak bermunculan setelah itu.

Sejak 1991, Agung Sedayu telah membangun mal. Mal pertama yang dibangun oleh Agung Sedayu adalah Harco Mangga Dua yang merupakan pusat elektronik pertama di Jakarta.

Tak hanya terbatas pada pembangunan pusat perbelanjaan saja, Agung Sedayu kemudian mulai membangun kompleks perumahan mewah dan apartemen yang pertama didirikan di atas tanah seluas 1500 hektar, yakni Taman Palem dan Apartemen Seaview.

Pada krisis moneter yang terjadi pada 1997-1998, banyak pengembang properti yang mengalami kemunduran. Namun, dengan pengalaman yang telah dimiliki selama bertahun-tahun sebagai pengembang properti membuat Agung Sedayu dengan mulus melewati krisis dengan baik. Setelah krisis tersebut, Agung Sedayu nyatanya tak pernah berhenti untuk mengembangkan sayap bisnisnya dengan mengambil beberapa mega proyek di Jakarta. Diawali dengan pembangunan perusahaan sederhana, saat ini Agung Sedayu menjelma menjadi perusahaan properti terkemuka di Indonesia.

Hingga saat ini Agung Sedayu telah berhasil membangun beberapa proyek perumahan di kawasan Jakarta, antara lain Bukit Golf Mediterania Pantai Indah Kapuk, The City Resort, Green Mansion, Senayan Golf Residences, Senayan Residence, Puri Mansion Jakarta Barat, Golf Lake Residence, Green Lake City, Cibubur Country Cikeas, Grand Galaxy City Bekasi, Residence 1 at Serpong Boulevard, River Valley Residence, Golf Residence at Kemayoran, Golf Island at Pantai Indah Kapuk, Villa Bogor Indah 3, Permata Depok Regency, Green Puri, Green Village, PIK 2.Agung Sedayu juga membangun pergudangan, apartemen, superblok, mal dan kawasan niaga lainnya. Diantaranya untuk pergudangan yakni Green Sedayu Biz Park Cakung, Green Sedayu Biz Park Daan Mogot. Apartemen yakni District 8 @ Lot 28 SCBD, Residence 8 @ Senopati, The Mansion at Kemang, The Boulevard, Ancol Mansion, Kelapa Gading Square, Taman Anggrek Residences, The Mansion at Dukuh Golf Kemayoran, Menteng Park, Green Sedayu Apartment @ Jakarta Barat, Puri Mansion Apartment, Buaran Plaza.Sementara untuk proyek superblok, mal dan kawasan niaga diantaranya Fatmawati City Center, Sedayu Square, Sedayu City @ Kelapa Gading, Mall of Indonesia, Grand Galaxy Park Mall, Dharmawangsa Square.

Pada 2013, Agung Sedayu juga menjalin kerja sama dengan perusahaan elektronik asal Taiwan, Foxconn Technology Group. Rencananya Faxconn akan berinvestasi di Indonesia dengan menggandeng Agung Sedayu dan anak perusahaannya Erajaya Group. Faxconn telah menggelontorkan dana sekitar USD 5 miliar untuk investasi yang direncanakan berlangsung selama 10 tahun ini.

Dalam kerja sama ini Agung Sedayu bertanggungjawab akan semua kebutuhan untuk pembangunan pabrik perakit telepon seluler merek Apple tersebut di Indonesia.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus suap terkait pembahasan raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang strategis Jakarta Utara.

Ketua Komisi D DPRD DKI M Sanusi ditangkap saat transaksi suap yang diberikan oleh pihak swasta inisial GEF yang merupakan perantara dari perusahaan PT Agung Podomoro Land (APL).PT Agung Podomoro Land, melalui anak perusahaannya, PT Muara Wisesa Samudera, merupakan salah satu perusahaan pengembang dalam proyek reklamasi itu. Perusahaan ini melaksanakan pembangunan untuk Pulau G seluas 161 hektar yang peruntukannya adalah hunian, komersil, dan rekreasi.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!