Review Ghost Ship: Film Horor Thailand yang Bikin Ngakak

358

redaksi.co.id – Review Ghost Ship: Film Horor Thailand yang Bikin Ngakak

Tiga pemuda memasuki sebuah kamar yang gelap, tak diterangi lampu. Duk! Bunyi yang berasal dari dalam lemari mengejutkan mereka. Sejurus kemudian, pintu lemari tersebut terbuka. Seorang perempuan berambut acak-acakan menerobos keluar dan langsung menyambar kaki salah satu pemuda. Ketiganya berteriak histeris, sementara penonton dalam bioskop tertawa.

Ya, memang begini suasana pemutaran perdana film horor Thailand,Ghost Ship, di CGVBlitzGrand Indonesia akhir minggu lalu. Meski sempat ngeri begitu sosok hantu muncul, tapi berubah penuh tawa begitu melihat reaksi kocak para karakter dalam film ini.

Adalah tiga sekawan Kala (Bhuvadol Vejvongsa), Solui (Timethai Plangsilp), dan Yola (Pongsatorn Sripinta), yang bekerja di sebuah kapal pengangkut barang. Saat berlayar, ketiganya tak sengaja menemukan tubuh Miah (Nutcha Jeka) yang tersimpan dalam peti.

Miah adalah kekasih Nick (Sean Jindachot), anak dari kapten kapal yang mempekerjakan tiga sekawan ini. Sejak penemuan tersebut, peristiwa misterius mulai menghantui mereka. Dan penonton, disuguhi reaksi komikal ketiganya yang mengundang tawa.

Setelah Pee Mak, Make Me Shudder, Buppah Rahtree, dan beberapa lainnya, film horor-komedi tampaknya masih menjadi tren di perfilman Thailand. Rupanya, efek kontras horor yang menegangkan dan komedi membuat syaraf rileks, dipandang masih manjur menarik penonton.

Dalam Ghost Ship sendiri, adegan lawak dalam film ini sebagian besar dibebankan ke pundak trio Kala, Solui, dan Yola. Peran ketiganya, sedikit banyak mengingatkan pada empat serangkai yang muncul dalam Pee Mak dari sutradara Bangjong Pisanthankun.

Seperti empat sekawan di Pee Mak, keberadaan ketiganya sebenarnya tak terlalu banyak menggerakkan plot cerita. Namun lewat kekonyolan yang mereka tampilkan, ketiga karakter inilah yang membuat penonton betah duduk di bioskop dan tertawa sampai perut sakit. Ketiga karakter inilah yang menjadi bintang utama Ghost Ship.

Sayangnya, tak begitu banyak adegan mengerikan yang memelintir urat syaraf dalam Ghost Ship. Padahal, pompaan adrenalin saat muncul adegan semacam inilah yang dicari oleh penikmat film horor kelas berat.

Sutradara Phontharis Chotkijsadarsopon memang terlihat tak terlalu ngoyountuk menghadirkan atmosfer kengerian dalam film ini. Padahal, setting tempat dalam film ini sebenarnya sudah sangat mendukung. Yaitu di sebuah kapal yang terombang-ambing di tengah lautan, di mana para karakter film ini terjebak, tak bisa lari ke mana-mana.

Phontharis Chotkijsadarsopon memilih untuk menghadirkan adegan seram dengan cara yang lebih konvensional, yakni lewat jump scares dan penampilan dedemit yang begitu janggal.Sebagai gantinya, kadar komedi dalam film ini yang jadi lebih besar.

Meski begitu, tak lantas Ghost Ship yang bakal tayang 6 April 2016 di jaringanCGV Blitz ini menjadi tak layak tonton. Justru sebaliknya, bagi penonton yang ingin menyaksikan film horor ringan yang tak terlalu membebani syaraf, Ghost Ship adalah film yang layak untuk dipilih.

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!