Kucing-kucingan Pemain Dunia dengan Pungutan Pajak

162

redaksi.co.id – Kucing-kucingan Pemain Dunia dengan Pungutan Pajak

‘Panama Papers’ menggemparkan dunia. Jutaan dokumen milik perusahaan berbasis hukum di Panama, MossackFonseca, bocor ke publik. Skandal yang diungkap Konsorsiun Wartawan Investigasi Dunia (ICIJ) ini memberi gambaran perilaku orang-orang kaya dalam menghindari pajak.

Lionel Messi, pesepak bola ternama asal Argentina dilaporkan termasuk di dalamnya. Pemain andalan Barcelona itu diduga ikut mengemplang pajak dengan mendirikan perusahaan Mega StarEnterprisesInc di Panama bersama ayahnya. Perusahaan ini diduga sebagai salah satu perusahaan fiktif milik Messi yang sedang diselidiki di Spanyol atas tuduhan penggelapan pajak.

Menurut laporan dari Panama, perusahaan itu didirikan Messi bersama ayahnya sehari setelah otoritas pajak Spanyol menyebut La Pulga telah mengemplang pajak senilai 4,1 juta euro.

Messi keberatan dengan tudingan tersebut. Dia bahkan mengancam akan memperkarakan media yang mengaitkan namanya dengan ‘Panama Papers’.

Namun terlepas dari keterlibatan Messi, sektor pajak merupakan momok bagi pesepak bola yang merumput di Eropa. ‘Upeti’ resmi bagi pemerintah ini bahkan tidak jarang mempengaruhi perpindahan pemain. Demi potongan yang lebih kecil, tak jarang pemain top menjauh dari liga elite.

Salah satu contoh adalahRadamelFalcao. Pemain Kolombia tersebut lebih memilih bergabung dengan AS Monacodibanding dengan klub besar. Pasalnya, Monacomemiliki otonomi khusus berupa bebas pajak yang menjadi bintang-bintang dunia merapat ke klub yang bermarkas di StadeLouisII itu. Selain Falcao, JamesRodriguezsempat merumput di Monaco sebelum akhirnya pindah ke Madrid.

Pada 2014 lalu, Monacosepakat membayar Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebesar 50 juta eurosehingga mereka bisa mengoperasikan klub di Monaco. Kesepakatan ini membuat Monacoterhindar dari pajak sebesar 75 persen terhadap gaji pemainnya. Regulasi ini ditengarai ikut menggiring para pembalap F1 seperti FernandoAlonso memilih berdomisili di Monaco.

Namun belakangan, regulasi bebas pajak di AS Monacodihapuskarena pengadilan Prancis membatalkan kesepakatan Monaco dan FFFpada 2015 lalu. Pemerintah Prancis menilai, kesepakatan itu menyalahi aturan. Terlebih, gelombang protes dari klub-klub Ligue 1 terus bermunculan menyusul hak eksklusif yang didapat AS Monaco.

Seperti diketahui, Eropa menjadi surga bagi pesepak bola dunia. Gaji besar dan popularitas menjadi dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Benua biru menjadi tujuan untuk mengubah nasib. Puluhan juta poundsterling dan euro berputar setiap bursa transfer musim panas dan dingin tiba.

Pemain berharga Rp 1 triliun bukan lagi menjadi berita fantastis. Beragam aset mulai dari mobil hingga properti mewah bernilai menggiurkan bisa didapatkan pemain bila merumput di Eropa.

Spanyol awalnya menjadi surga bagi pemain-pemain kelas dunia. Pada 2003 atau sejak DavidBeckhampindah dari Manchester Unitedke Real Madrid, pajak pendapatan di Spanyol untuk pesepakbola hanya 23 persen. Ketika itu, sempat muncul istilah ‘Beckahm Law’ atau ‘Hukum Beckham’. Rendahnya pajak di Spanyol membuat pemain dunia ramai-ramai mengadu nasib di Negeri Matador, termasuk Beckhamdisusul MichaelOwen yang akhirnya memutuskan angkat koper menuju Spanyol dari Inggris.

Namun perubahan besar terjadi sejak 2010, ketika pemerintah Spanyol menetapkan nilai pajak yang cukup tinggi bagi pemain.Daya tarik yang ditimbulkanBeckhammembuat klub-klub Spanyol seperti Real Madridmemiliki nilai investasi yang besar. Praktis, situasiini membuat pemerintah menyesuaikan harga pajak dan aset yang dimiliki pemain.

Sekarang, menurut laporan pajak dikutip DailyMail, pada 2012, pendapatan pajak pemain berkisar hingga 54-56 persen. Jose MariaGay, profesor ekonomi dari Universityof Catalunya, menjelaskan kepada TheSun, peningkatan nilai pajak ini berimbas pada banderol pemain asing di liga Spanyol.

“Sekarang, pemain asing bakal lebih mahal,” katanya.

“Sebelumnya, berkat aturan ‘BeckhamLaw’ nilai pajak sangat rendah. Berbeda dengan sekarang, di mana mereka harus membayar pajak dengan mahal. Sekarang, pajak mencapai 54 persen-56 persen di Catalunya. Pencabutan UU Beckhambersama dengan kenaikan pajak penghasilan adalah lelucon yang tidak lucu,” beber MariaGay, 2012 lalu.

Bila dibandingkan dengan empat negara-negara besar di Eropa, Inggris, Jerman, Prancis, dan Rusia pendapatan pajak di Spanyol saat paling tinggi, yakni sebesar 54%. Sebagai contoh, CristianoRonaldo. CR7 bergaji hampir 200 ribu poundsterlingper-pekan. Namun, Madridhanya membayarkan gaji Ronaldo96 ribu per pekan karena pendapatan kena pajak Ronaldohampir 22 ribu per pekan.

Sementara di Inggris, WayneRooney yang mengantongi pendapatan hingga 200 ribu poundsterling menerima gaji 106 ribusetelah kena pajak. Total, rata-rata pajak Rooneymencapai 30 ribu per-pekan dengan pajak mencapai 54%.Negara Beruang Merah alias Rusia menempati urutan terbuncitdalam urusan pajak pendapatan pemain. Rusia menerapkan regulasi yang rendah dibanding 4 negara raksasa Eropa lainnya, sebesar 13 persen.

Maka tidak heran bila pajak di suatu negara ikut menentukan pergerakan bursa transfer di setiap musim di samping iklim kompetisi negara yang dituju. Seorang agen yang menjabat Direktur Pelaksana InternationalFootballManagement, Tom Brookes mengungkap fakta, kepindahan ZlatanIbrahimovicke PSGnyaris gagal beberapa tahun lalu karena besarnya pajak yang harus dibayar.”Terkadang, bila Anda ingin kena sedikit pajak maka Anda harus bermain di tempat yang kurang menarik, seperti Rusia atau China,” ucap dia

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!