Istri Bams Eks-Samsons Juga Dituding Sandera Anak di Bawah Umur

redaksi.co.id - Istri Bams Eks-Samsons Juga Dituding Sandera Anak di Bawah Umur Mikhavita Wijaya, istri Bambang Reguna Bukit atau yang akrab disapa Bams eks vokalis grup...

34 0

redaksi.co.id – Istri Bams Eks-Samsons Juga Dituding Sandera Anak di Bawah Umur

Mikhavita Wijaya, istri Bambang Reguna Bukit atau yang akrab disapa Bams eks vokalis grup band Samsons, diadukan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta, Rabu (06/04/2016).

Si pengadu, Dian Indrayana (39) yang akrab disapa Indra, merupakan ayah dari anak-anak korban penyanderaan Mikha.

Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Mikha itu disebutkanmenyandera anak-anak dari Indra, berinisial Al (9) dan Fe (5) serta ibu mereka Ester (31).

Selain menyandera, Mikha juga melontarkan kata-kata kasar kepada Ester di depan kedua anak kecil tersebut.

Hal itu membuat anak-anak tersebut hingga kini masih mengalami trauma.

“Anak-anak sudah dua hari tidak sekolah karena trauma. Mereka masih ingat kata-kata yang kasar bahwa jangan sampai didatangkan orang-orang hitam yang akan lecehkan si istri,” terang Amati Dachi, kuasa hukum Indra, ketika ditemui di KPAI, Menteng, Jakarta, Rabu (06/04/2016).

Keterangan serupa diberikan pula oleh Indra ketika ditemui pada saat bersamaan.

“Per kemarin (05/04/2016), mereka nggak berani sekolah lagi karena terngiang lagi dan malu juga, takut ditanya-tanya oleh teman-teman,” tutur Indra.

Hasil pertemuan Indra beserta kuasa hukum pun membuahkan rencana pemulihan psikis kedua anak tersebut melalui bantuan psikolog.

Sebelumnya, Mikha juga dilaporkan atas dugaan tindak pidana berdasarkan Pasal 76C jo. Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak pada Jumat (01/04/2016) lalu.

Indra, sebagai pelapor, merupakan rekan bisnis Mikha.

Kejadian berawal dari ketika Indra terlambat mengembalikan modal dan keuntungan sebesar Rp 2 miliar ditambah Rp 646 juta yang diinvestasikan Mikha dalam proyek pembangunan Perumahan Citra Grand Senyiur City di Samarinda, Kalimantan.

Lantaran pada tanggal jatuh tempo, tepatnya pada 24 Maret 2016, Indra belum mengembalikan uang Mikha, pada 29 Maret 2016 pun pihak Mikha berniat bertemu dengan Indra di rumahnya di kawasan Jatiasih, Bekasi.

Namun, Indra tidak sedang berada di rumah sehingga pihak Mikha membawa istri Indra dan kedua anak mereka ke kediamannya di Jalan Antasari, Jakarta, sekitar pukul 05.00 WIB.

Ketika Indra menyusul mereka ke kediaman Mikha dan mendapati pihak Mikha berkata kasar terhadap sang istri di depan kedua anaknya.

Sang istri dan anak-anaknya pun diperbolehkan pulang pada pukul 18.00 WIB, sementara Indra masih melakukan mediasi dengan mereka, termasuk dengan Bams.

Didapatilah jalan keluar bahwa Indra harus menyerahkan sertifikat rumah dan tanahnya pada 1 April 2016.

Namun, pada 31 Maret 2016, Mikha mengirimkan beberapa orang untuk mencari Indra serta istri dan kedua anaknya.

Indra yang merasa terintimidasi pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada 1 April 2016 silam dengan nomor laporan LP/1534/IV/2016/PMJ/Ditreskrimum.

Belum juga usai, pada 2 April 2016, sopir Mikha bersama tukang bangunan bertandang dengan niat membongkar rumah Indra.

“Hal-hal beginilah yang kami sayangkan, kenapa tidak melalui ranah hukum. Kalau merasa Pak Indra menghindar, buatlah laporan (di kepolisian). Kalau begini, sudahh premanisme saya kira,” ujar Amati di KPAI, Jakarta, Rabu (06/05/2016).

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!