Anti-Sadap, WhatsApp Enkripsi Semua Layanannya

redaksi.co.id - Anti-Sadap, WhatsApp Enkripsi Semua Layanannya San Francisco - Para pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum, bersama-sama dengan pria bernama samaran Moxie Marlinspike, mengatakan...

36 0

redaksi.co.id – Anti-Sadap, WhatsApp Enkripsi Semua Layanannya

San Francisco – Para pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum, bersama-sama dengan pria bernama samaran Moxie Marlinspike, mengatakan bahwa perusahaan itu telah menambahkan enkripsi end-to-end untuk setiap bentuk komunikasi pada layanan mereka.

Ini berarti bahwa pada setiap kelompok orang yang menggunakan versi terbaru dari WhatsApp-apakah kelompok yang mencakup dua orang atau sepuluh- layanan itu akan mengenkripsi semua pergerakan pesan, panggilan telepon, foto, dan video di antara mereka.

Dan itu berlaku pada setiap ponsel yang menjalankan aplikasi itu, baik ponsel iPhone, Android, Windows, hingga ponsel lama Nokia. Dengan enkripsi end-to-end, bahkan karyawan WhatsApp tidak dapat membaca data yang dikirim melalui jaringan itu.

Dengan kata lain, WhatsApp tidak memiliki cara untuk mematuhi perintah pengadilan yang menuntut akses ke isi pesan, telepon, foto, atau video yang melalui layanan itu. Seperti Apple, WhatsApp – yang dimiliki Facebook – dalam prakteknya menghalangi pemerintah federal, tapi ia melakukannya pada cakupan yang lebih besar, kira-kira satu miliar perangkat.

“Membangun produk yang aman akan membuat dunia lebih aman, meskipun banyak orang di penegakan hukum mungkin tidak setuju dengan itu,” kata Acton, Selasa, 5 April 2016. Dia merupakan karyawan nomor 44 di raksasa internet Yahoo sebelum ikut mendirikan WhatsApp pada tahun 2009 bersama Koum, salah satu rekan lamanya di Yahoo.

Dengan enkripsi itu, Acton menjelaskan, siapa pun bisa melakukan bisnis atau berbicara dengan dokter tanpa khawatir tentang penyadapan. Dengan enkripsi, katanya, Anda bahkan bisa menjadi whistleblower dan tidak perlu khawatir.

FBI dan Departemen Kehakiman menolak memberikan komentar untuk hal ini. Tapi banyak pihak di dalam pemerintahan diyakini memperhatikan dengan serius langkah perusahaan ini.

Pada akhir 2014, WhatsApp mengenkripsi sebagian dari jaringan. Beberapa bulan kemudian, layanan itu rupanya telah digunakan untuk memfasilitasi berbagai tindakan kriminal, termasuk serangan Paris tahun lalu.

Menurut The New York Times , bulan ini Departemen Kehakiman sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap WhatsApp setelah sebuah perintah penyadapan ditujukan ke enkripsi end-to-end WhatsApp.

WIRED | ERWIN Z

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!