Begini Kecanggihan Helikopter yang Jadi Taksi Udara di RI

redaksi.co.id - Begini Kecanggihan Helikopter yang Jadi Taksi Udara di RI PT White Sky Aviation, sebuah perusahaan penerbangan yang melayani penerbangan charter di Indonesia ini baru...

12 0

redaksi.co.id – Begini Kecanggihan Helikopter yang Jadi Taksi Udara di RI

PT White Sky Aviation, sebuah perusahaan penerbangan yang melayani penerbangan charter di Indonesia ini baru saja menyepakati pembelian helikopter jenis Bell 505 Jet Ranger X dengan Textron Inc.

Pembelian helikopter ini akan menambah jumlah armada helikopter menjadi 36 unit dalam lima tahun ke depan. Saat ini perseroan mengoperasikan enam unit helikopter.

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengaku pemilihan Bell 505 Jet Ranger X karena jenis helikopter ini lebih efisien dan cocok dengan demografi Indonesia yang membutuhkan kecepatan tinggi.

“Ini dipilih karena dinilai mampu memberikan layanan terbang yang aman, nyaman, serta handal dengan biaya yang sangat kompetitif,” tegas Denon dalam keterangan tertulis, Selasa (5/4/2016).

Helikopter Bell 505 ini memang didesain dengan teknologi keamanan dan efisiensi terbaik. Pilihan yang sesuai untuk negara seperti Indonesia.

Helikopter ini mampu terbang dengan kecepatan 125 knots setara dengan 232 km/jam, jarak jangkau 667 km, serta daya angkut hingga 608 kg. Jadi biaya operasionalnya sangat efisien.

Perlengkapan navigasinya dilengkapi Garmin G1000H Integrated Avionics Suite yang membantu pilot memberikan panduan secara maksimal ketika penerbangan dan juga di saat-saat penting.

Kelengkapan tekhnologi yang dimilikihelikopter ini di dukung dengan performa mesin Turbomeca Arrius 2R dengan sistem Full Authority Digital Engine Control (FADEC).

“Sambutan pasar sangat bagus dengan hadirnya Bell 505 ini, khususnya untuk layanan korporat atau VIP. Saat ini ada lebih dari 380 letters of intent (LOI) di seluruh dunia, dan lebih dari 130 Bell 505 LOI di Asia Pasifik ini,” tambah EVP Commercial Business Textron Inc Matt Hasik. (Yas/Ahm)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!