Bersiap Hadapi Bradley, Pacquiao Dicegat dan Dimaki-maki

173

redaksi.co.id – Bersiap Hadapi Bradley, Pacquiao Dicegat dan Dimaki-maki

Manny Pacquiao ke luar restoran Jepang Kabuki di Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat, selepas makan siang bersama rombongannya.

Petinju kenamaan Filipina itu menunggu mobil Ferrari yang akan menjemputnya kembali ke tempatnya berlatih ketika seorang lelaki kulit putih tiba-tiba menghampirinya sambil melontarkan serentetan makian kotor.

Kejadian itu berlangsung Senin lalu, lima hari menjelang pertarungan terakhirnya melawan petinju Amerika Serikat, Timothy Bradley. Pertarungan trilogi melawan Bradley ini dijadwalkan berlangsung Sabtu malam mendatang di MGM Grand, Las Vegas, atau Ahad siang WIB.

Orang yang mencoba menyerangnya itu melontarkan makian yang agaknya terkait dengan komentar Pacquiao beberapa waktu lalu dalam wawancara televisi Filipina soal fenomena homoseks dan transgender.

Pertinju yang pernah merebut sabuk juara dunia pada delapan kelas berbeda itu (dalam komentarnya) menyatakan kaum homoseks dan transeksual sama dengan binatang.

Mengutip Alkitab yang dia yakini, Pacquiao menyatakan Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. Kalau ada perkawinan sesama jenis, ia melihat hal itu tidak lebih baik daripada binatang.

Komentar Pacquiao ini mendapat reaksi negatif di Amerika dan Pacquiao kemudian meminta maaf. Meskipun demikian, petinju berusia 37 tahun ini tetap menentang homoseks dan transgender.

Soal inilah yang disinggung oleh orang yang mencoba menyerangnya itu. Petinju yang juga anggota Kongres Filipina itu tidak meladeni provokasi orang itu. Ia juga meminta rekan-rekan yang menyertainya pada makan siang itu mengabaikannya sampai polisi kemudian datang.

Mereka sempat mendorong orang itu dan menjauhkannya dari Pacquiao. Pacquiao terakhir kali tampil melawan Floyd Mayweather Jr di Las Vegas, pada Mei tahun lalu.

Ia, yang mengklaim bahunya sakit, dikalahkan dengan agka oleh Mayweather, yang tak terkalahkan dalam 49 kali pertarungannya sampai kemudian pensiun.

Petinju Filipina berjulukan Pac-Man itu pernah kalah angka kala melawan Bradley di Las Vegas, pada 2012. Pada tarung ulang di tempat yang sama 2014, Pacquiao membalas kekalahannya dengan menang angka mutlak.

Sejak pertama kali tampil di ring tinju bayaran pada 1995, Paccquiao telah membukukan 57 kemenangan (38 kali dengan knock out atau KO), 6 kali kalah, dan 2 kali imbang. Adapun Bradley, 36 tahun, mencatat 33 kemenangan (13 KO), 1 kali kalah, dan 1 kali imbang.

Pertarungan 12 ronde nanti memperebutkan sabuk juara dunia kelas welter World Boxing Organization (WBO) atau Organisasi Tinju Dunia yang lowong.

Pertarungan ini diyakini sebagai pertarungan terakhir Pacquiao sebelum mengikuti pemilihan umum di Filipina untuk meraih satu kursi di Senat Filipina pada Mei mendatang.

Pemilu itu akan memilih 12 anggota senat baru melengkapi 12 anggota senat yang sudah ada sehingga secara total menjadi 24 orang. Pada berbagai survei yang telah dilakukan, Pacquiao sementara menempati urutan keenam, sehingga peluangnya untuk meraih jabatan tersebut diyakini terbuka lebar.

Pacquiao maju mewakili Provinsi Sarangi, tempat asal istrinya, Jinkee, pada pemilu mendatang. Kalau terpilih, Pacquiao akan menjadi angota Senat Filipina untuk masa kerja enam tahun ke depan.

Petinju kidal ini pernah mengalahkan deretan petinju hebat dunia, di antaranya Oscar Golden Boy De La Hoya, Miguel Cotto, Juan Manuel Marquez, dan Antonio Margarito.

Namun dalam pernyataannya ia tidak secera tegas akan menggantung sarung tinju selepas pertarungan melawan Bradley nanti. Pelatih kenamaan dunia yang 15 tahun lebih mendampinginya, Freddie Roach, juga menyatakan tidak sepenuhnya yakin pertarungan nanti menjadi pertarungan terakhir Pac-Man.

Ia hanya menyatakan Pacquiao berlatih sangat keras dalam persiapan menghadapi Bradley, seperti bersiap membuat perayaan perpisahan yang hebat dari ring tinju profesional. TELEGRAPH |LATIMES |BOXREC | BLEACHERREPORT | AGUS B

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!