Popularitas SEAL Menuai Kontroversi, Pentagon Turun Tangan

135

redaksi.co.id – Popularitas SEAL Menuai Kontroversi, Pentagon Turun Tangan

Dua pandangan berbeda tumbuh bersamaan dengan popularitas Navy SEAL. Anggota dan mantan anggota pasukan elit angkatan laut Amerika Serikat itu terbelah, antara yang pro pada pemanfaatan popularitas kesatuan untuk meninggikan profil pribadi atau menambah pundi-pundi dan yang mengutamakan soal kerahasiaan dan kewibawaan kesatuan.

Komando Khusus Perang Angkatan Laut di Coronado, California, yang mengawasi pasukan elit SEAL baru-baru ini mengatakan kepada anggota dan mantan anggota Navy SEAL untuk tidak menonjolkan profil mereka dan mengurangi tampil di publik. Pentagon bahkan menerbitkan aturan September lalu membatasi penampilan anggota SEAL dalam video game, film dan acara televisi. Mereka mendapat banyak kritik tajam.

Sebuah tesis berjudul “Navy SEAL Menjadi Liar: Publisitas, Terkenal, dan Kehilangan Profesionalitas” menyesalkan komersialisasi kesatuan dan memperingatkan bahwa langkah itu merugikan.

“Meningkatnya Navy SEAL dengan status selebriti melalui eksploitasi media dan publisitas telah merusak budaya Navy SEAL dengan memberikan insentif pada perilaku narsis dan perilaku berorientasi keuntungan,” kata Letnan Forrest S. Crowell, seorang SEAL, menulis dalam tesis masternya untuk Naval Postgraduate School di Monterey, California.

Terlibat politik partisan dan pengungkapan taktik pada publik, Crowell menambahkan, telah mengikis efektivitas militer, kerusakan keamanan nasional, dan merusak hubungan sipil-militer yang sehat. Sebagaimana dilansir dari laman New York Times, Sabtu, 2 April 2016, banyak mantan anggota Navy SEAL yang menjual kisah perang pada media.

Salah satu penulis, Matt Bissonnette, menerima jutaan dolar untuk bukunya “No Easy Day,” narasi langsung dari serangan Bin Laden. Sebuah acara televisi oleh Perusahaan Weinstein, bekerja sama dengan mantan konsultan SEAL telah dijadwalkan mengudara pada saluran ‘History’ akhir tahun ini, dan setengah lusin buku yang mengisahkan kesatuan dijadwalkan untuk diedarkan dalam beberapa bulan mendatang, menambah 100 lebih buku yang pernah diterbitkan oleh mantan anggota SEAL sejak 2001.

Navy SEAL menjadi terkenal sejak Tim SEAL 6 membunuh Osama bin Laden. Kesatuan yang beranggotakan sekitar 5 persen dari anggota aktif pasukan Operasi Khusus AS menjadi sorotan, tampil di berbagai video game dan film. SEAL menggungguli popularitas pasukan elit Angkatan Darat seperti Delta Force dan Rangers.

Namun, beberapa anggota dan mantan anggota SEAL berpendapat bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan keuntungan dari pengalaman mereka di militer, bahwa publisitas dan membocorkan sedikit taktik kesatuan tidak membahayakan.

Kevin lacz, mantan anggota SEAL yang bukunya bertajuk “The Last Punisher” dirilis akhir musim panas ini, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pembaca terpikat oleh “mistik dan aura dari tim,” dan ingin mendengar “cerita tentang SEAL yang ditulis oleh SEAL.

Brandon Webb, yang mendirikan sebuah situs berita veteran, Sofrep, yang berfokus pada komunitas Operasi Khusus dan merupakan penulis beberapa buku bertema SEAL, dikutip dalam tesis sebagai seseorang yang telah mengeksploitasi merek SEAL.

Webb membela diri.”Sejak perang mereka telah berjuang menulis cerita mereka sendiri. Sangat penting bagi orang Amerika untuk mengetahui apa yang dialami orang-orang yang mengalami perang, bukan hanya dari perspektif seorang politisi atau jenderal bintang empat.” NEW YORK TIMES | MECHOS DE LAROCHA

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!