Awas, Polisi Razia Software Ilegal di Jakarta

redaksi.co.id - Awas, Polisi Razia Software Ilegal di Jakarta Kepolisian bersama dengan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), pada Maret 2016, menindak pihak yang diduga terlibat dalam...

22 0

redaksi.co.id – Awas, Polisi Razia Software Ilegal di Jakarta

Kepolisian bersama dengan Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), pada Maret 2016, menindak pihak yang diduga terlibat dalam peredaran dan penjualan software komputer dan sertifikat keaslian ( Certificate of Authenticity, CoA ) ilegal di Jakarta.

Polisi menyita ratusan software komputer Microsoft Windows OEM dan CoA ilegal yang diperjualbelikan oleh toko VJ dan MJ di pusat perbelanjaan TI terbesar di wilayah Mangga Dua, Jakarta Pusat. Upaya penegakan hukum terhadap peredaran software komputer dan CoA illegal ini, tentunya dalam rangka melindungi pemilik merek dan hak cipta yang sah, serta konsumen sebagai pengguna akhir, kata Justisiari P. Kusumah, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 5 April 2016.

Sekretaris Jenderal MIAP. Kerugian akibat dari pelanggaran tersebut tentunya tidak hanya berdampak bagi pemilik merek atau hak cipta saja, namun juga berdampak ekonomis bagi bangsa ini.

Menurut MIAP, peredaran produk palsu dan atau bajakan di Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Melalui studi yang dilakukan oleh MIAP secara berkala, ditemukan bahwa pada 2014, dampak kerugian secara ekonomi terhadap 7 sektor industri di Indonesia mencapai Rp 65,1 Trilyun.

Nilai prosentasi kerugian merujuk pada sektor tersebut adalah obat-obatan (3,8 persen), makanan dan minuman (8,5 persen), kosmetik (12,6 persen), software (33,5 persen), barang dari kulit (37,2 persen), pakaian (38,9 persen), dan tinta printer (49,4 persen).

Software komputer yang ditemukan ini sangat mirip dan menyerupai aslinya, susah bagi orang awam untuk membedakan mana yang asli atau palsu. “Bahkan harganya pun di bawah harga pasaran,” ujar Justisiari .

Sangat mudah bagi konsumen untuk terkecoh kalau hanya melihat penampakan luar berdasarkan CoA yang ditempel atau diberikan si penjual ini. Boleh dibilang bahwa ini adalah High-End Counterfeit Software, ” Justisiari menambahkan.

Sejumlah besar stiker CoA ilegal yang ditemukan pada saat razia yang dilakukan, diduga dijual kepada dealer-dealer komputer. Stiker CoA Ilegal dipasangkan pada komputer-komputer tersebut untuk menipu konsumen, sehingga konsumen beranggapan bahwa dalam komputer-komputer tersebut terpasang software asli.

Ada beberapa korporasi/instansi yang juga terkecoh dengan bentuk pelanggaran ini dan membeli komputer melalui toko tersebut, yang kemudian menyadari bahwa yang diterimanya adalah komputer yang menggunakan software komputer palsu atau bajakan.

Risiko yang diakibatkan oleh penggunaan software komputer bajakan salah satunya adalah keberadaaan virus dan atau malware berbahaya. Software demikian rentan terhadap kejahatan dunia maya melalui pencurian informasi-informasi yang bersifat pribadi dan rahasia,” kata Justisiari.

Berdasarkan Undang-Undang Merek Nomor 15/2001, siapapun yang melanggar hak ekonomi pembuat produk asli yang sudah didaftarkan hak mereknya, dapat dihukum penjara 1 sampai 5 tahun. Selain itu juga dikenakan hukuman denda berkisar Rp 200 juta sampai Rp 1 milyar.

Sedangkan menurut Pasal 113 ayat (3) Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28/2014, setiap penjual barang bajakan, termasuk para retailer komputer dan perangkat lunak, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau dikenakan denda hingga Rp. 1 miliar.

Disebutkan pula pada ayat (4) UUHC bahwa setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 4 miliar.

ALIA

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!