Membandingkan Pencapaian Rio Haryanto dan Pembalap ASEAN Lain

164

redaksi.co.id – Membandingkan Pencapaian Rio Haryanto dan Pembalap ASEAN Lain

Rio Haryanto menjadi pembalap Indonesia pertama yang membalap di Formula 1. Pemuda asal Surakarta itu membela Manor Racing pada F1 2016.

Keberhasilan Rio menembus F1 membuatnya menjadi pembalap ketiga asal Asia Tenggara yang berlaga di ajang jet darat. Pangeran Birabongse Bhanudej (Thailand) jadi yang pertama di era 1950-an. Dia membalap untuk Maserati, Gordini, dan Connaught.

Setelah Bhanudej, ada Alex Yoong dari Malaysia. Yoong membela Minardi sejak musim 2001 hingga 2002.

Meski berbeda era, menarik membandingkan prestasi ketiga pembalap ASEAN ini di seri-seri awal kiprah mereka di balapan F1.

Menariknya, baik Rio, Yoong maupun Bhanudej sama-sama tidak mampu menyelesaikan balapan pada debut mereka di F1.

Seperti diketahui, Rio harus menerima kenyataan pahit di GP Australia bulan lalu. Debut pemuda 23 tahun itu terhenti setelah 17 lap akibat masalah pada gearbox.

Dari dua balapan pertama di F1, Bhanudej menjadi yang terbaik. Pria yang meninggal 23 Desember 1985 itu mampu finis di posisi lima pada balapan keduanya di F1 musim 1950.

Pencapaian Rio di dua balapan awal di F1 masih lebih baik dibandingkan Yoong. Rio pada balapan kedua mampu finis di urutan 17. Adapun Yoong pada musim 2001 bersama Minardi gagal finis di dua balapan awal.

Rio senang bisa menyelesaikan balapan di Bahrain. Sukses di Bahrain ini membuat Rio memetik banyak pelajaran berharga. Berbekal modal di Bahrain, Rio kini langsung menatap seri berikutnya di Tiongkok.

“Terima kasih kepada semua fans yang telah mengikuti lomba tadi di Bahrain. Alhamdulilah saya bisa berhasil finis. 57 lap. Banyak sekali yang saya pelajari. Mudah-mudahan di next race di Shanghai saya tampil lebih baik lagi. Terima kasih,” kata Rio lewat video yang diunggah di akun Twitter-nya.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

loading...

Comments

comments!