Rivalitas Hamilton dan Rosberg, Ibarat Api Dalam Sekam

redaksi.co.id - Rivalitas Hamilton dan Rosberg, Ibarat Api Dalam Sekam Lewis Hamilton, juara dunia bertahan balap Formula 1, mengatakan tidak khawatir atas keberhasilan rekan setimnya di...

12 0

redaksi.co.id – Rivalitas Hamilton dan Rosberg, Ibarat Api Dalam Sekam

Lewis Hamilton, juara dunia bertahan balap Formula 1, mengatakan tidak khawatir atas keberhasilan rekan setimnya di Mercedes, Nico Rosberg, memenangi lima balapan beruntun. Saat Rosberg tampil gemilang, termasuk memenangi dua seri pertama kejuaraan dunia balap mobil F1 tahun ini, Hamilton melakukan start yang buruk pada balapan Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, 20 Maret lalu. Padahal dia meraih urutan start terdepan atau pole dalam babak kualifikasi.

Hamilton, yang merebut gelar juara dunia ketiga kali tahun lalu, akhirnya bisa finis di urutan kedua di belakang Rosberg. Demikian juga pada balapan kedua tahun ini di Sirkuit Internasional Bahrain, 3 April lalu, pembalap asal Inggris tersebut kembali meraih pole setelah menjadi tiga sesi babak kualifikasi. Tapi, pada balapan sesungguhnya, ia malah melorot satu tingkat, yaitu finis di urutan ketiga. Sedangkan rekannya dari Jerman, Rosberg, juara lagi. Adapun urutan kedua kali ini direbut pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen.

Hamilton, yang menjuarai F1 dua tahun terakhir, lantas mengacu pada taktik bersandar pada tali ring yang dilakukan petinju Muhammad Ali ketika melawan George Foreman dalam kejuaraan dunia kelas berat 1974 di Kinshasa, Zaire, Afrika Selatan.

Taktik Ali itu terkenal dalam pertarungan Rumble in the Jungle tersebut. Ali terus bersandar di ring untuk membiarkan Foreman menyerangnya. Tapi, pada sedikit kesempatan, Ali melakukan pukulan serangan balik yang kemudian membuat Foreman jatuh terkapar.

Hamilton kemudian mengisyaratkan kemenangan awal rekan setimnya di Mercedes mungkin bisa tidak berarti apa-apa pada akhirnya. Anda tidak bisa memenangi semuanya, kata Hamilton setelah tampil di Grand Prix Bahrain, Minggu lalu.

Tidak persis sama seperti itu. Tapi Muhammad Ali di Rumble in the Jungle membuat ia (Foreman) yakin sedang memenangi pertarungan dan ia tidak meraihnya. Jadi, segala sesuatu bisa terjadi, kata pembalap berusia 31 tahun itu.

Meski gagal memenangi sebuah balapan sejak meraih juara dunia yang ketiga kali di Texas, Amerika Serikat, Oktober lalu, Hamilton merasa secara psikologis lebih kuat dibanding sebelumnya.

Ini sebuah permainan psikologis, kata Hamilton. Ini sebuah peperangan. Saya kira dengan usia dan pengalaman, saya berada dalam kondisi paling solid secara psikologis.

Hamilton kini berada 17 poin di belakang Rosberg, tapi masih ada 19 balapan lain dalam kejuaraan dunia musim ini. Pembalap asal Inggris itu yakin masalah yang dialaminya saat melakukan start akan teratasi dalam balapan berikutnya di Cina pada 15-17 April, dan menampik pendapat bahwa Rosberg kini punya keuntungan lebih baik secara mental setelah memenangi lima balapan beruntun.

Kemenangan ke-16 yang diraih Rosberg di balapan F1 pada GP Bahrain, Minggu lalu, membuatnya menyamai prestasi Stirling Moss (1951-9161), pembalap legendaris jet darat yang tak pernah memenangi kejuaraan dunia.

Setelah itu, hingga kemarin, Rosberg belum bereaksi terhadap pernyataan Hamilton. Ia hanya berkomentar ketika diberi tahu bahwa pembalap lain yang menunjukkan bentuk penampilan seperti dia saat ini sudah menjadi juara dunia.

Rosberg tampak malu-malu dan sempat terdiam. Pembalap Jerman berusia 30 tahun itu kemudian berujar, Saya tahu harus menundukkan kepala dan pergi untuk memenangi balapan dan bermain seaman mungkin. Tapi ini baru dua balapan dari 21 seri. Jadi saya akan terus berusaha tenang dan tidak berpikir tentang gambar besar.

Memang baru dua balapan dan Rosberg masih tampak menahan diri. Mungkin, keadaannya akan lain jika rivalitas itu sudah semakin sengit.

GUARDIAN | STRAIT TIMES | REUTERS | PRASETYO

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!