Kisah Wiwin, Lady Go-Jek yang Kakinya Diamputasi

redaksi.co.id - Kisah Wiwin, Lady Go-Jek yang Kakinya Diamputasi Lady Go-JekWiwin Harsani tak akan lupa pemberian hadiah ulang tahunnya yang ke-39 dari sang Maha Kuasa. Nenek...

23 0

redaksi.co.id – Kisah Wiwin, Lady Go-Jek yang Kakinya Diamputasi

Lady Go-JekWiwin Harsani tak akan lupa pemberian hadiah ulang tahunnya yang ke-39 dari sang Maha Kuasa. Nenek 2 cucu ini harus kehilangan kaki kirinya, akibat kecelakaan.

Wiwin mengalami kecelakaan pada Senin 28 Maret lalu, saat mengantarkan penumpang dari arah Gajah Mada, Jakarta Barat menuju Blok M, Jakarta Selatan.

Awalnya, tak ada masalah di jalan. Namun saat penumpangnya meminta berbelok kanan, tiba-tiba dari arah sekolah Al Azhar, mobil Innova abu-abu berkecepatan tinggi menabraknya dengan keras.

“Mobilnya itu mobil katering, pengemudinya namanya Pak Yanto, nanti malam dia mau jenguk Wiwin lagi,” ujar Lili Trimawan, kakak kandung Wiwin saat ditemui Liputan6.com di depan ruang Melati A, Rumah Sakit Husada, tempat Wiwin dirawat, Kamis (7/4/2016).

Saat itu juga, Wiwin tersungkur ke aspal dengan posisi sepeda motor Revo miliknya menindih kaki kirinya. Ia terseret dengan posisi seperti itu hingga 15 meter.

“Pak Yanto dan orang-orang di sekitar langsung bawa adik saya ke Rumah Sakit Pertamina pakai taksi,” lanjut pria 46 tahun itu.

Setelah mendapat pertolongan pertama di Rumah Sakit Pertamina, keluarga Wiwin memutuskan untuk memindahkan anak bungsu dari 7 bersaudara ini ke rumah sakit yang lain.

“Kami sekeluarga memutuskan untuk memindahkan Wiwin, karena biaya di sana mahal. Untuk pertolongan pertama aja sampai Rp 5 juta,” terang Lili.

Akhirnya, Wiwin dirujuk ke Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat. Dokter menganjurkan agar kaki kirinya diamputasi. Wiwin bukan lah perempuan lemah, ia mengambil keputusan sendiri untuk mengamputasi kakinya.

“Wiwin sendiri yang tanda tangan, dia adik perempuan saya yang paling kuat, orang bilang mah strong,” puji Lili.

Ditinggal Suami

Sejak suami meninggal pada pertengahan tahun lalu akibat stroke, Wiwin terpaksa harus banting tulang untuk menafkahi anaknya. Dia pun melamar sebagai menjadi Lady Go-Jek atau pengemudi Go-Jek perempuan.

Kini,Wiwin harus menjalani perawatan Rumah Sakit Husada. Hidungnya memakai selang oksigen, karena kesulitan bernafas. Hasil rontgen, tiga tulang rusuknya retak, akibat benturan saat kecelakaan yang ia alami.

Padahal, dari catatan medisnya, warga Jalan Panca Warga I RT 04 RW 05, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur itu tak memiliki riwat penyakit.

“Mungkin karena efek samping dari amputasi, tapi perawat bilang nggak apa-apa. Cuma sesak nafas aja, sebab abis transfusi darah,” jelas Lili.

Memang, kesehatan ibu dari Putri Diah Arini ini secara umum mulai membaik. Bahkan, ia dijadwalkan sore ini menjalani terapi di bawah pengawasan dokter.

“Kalau dia udah nggak sesak nafas lagi, jadwalnya mau gerak-gerakin kaki, diterapi,” ujar Lili.

Biaya Pengobatan

Sejak kecelakaan, para driver Go-Jek silih berganti mendatangi Wiwin di rumah sakit. Mereka memberikan sumbangan secara perwakilan.

“Saya salut, luar biasa solidaritas mereka, dikasih bantuan Rp 21 juta lebih. Kami merasa terbantu secara moril,” puji Lili pada teman-teman adiknya yang ramai-ramai turun ke jalanan dan menggalang solidaritas.

Dari manajemen Go-Jek, Wiwin mendapat bantuan Rp 20 juta. Namun, dari semua bantuan itu belum cukup untuk biaya pengobatannya.

“Untuk rincian sementara sampai Selasa (5 April) udah Rp 20 juta lebih, kami belum tahu sampai kapan akan dirawat,” kata Lili.

Meski biaya pengobatan belum terpenuhi, Wiwin dan kaka kandungnya itu tetap bersyukur. Bahkan, di tengah cobaan mendera itu, dia tetap menyelingi dengan gurauan.

“Ntar disuruh lompat-lompat,” gurau Lili sambil mendorong kursi roda Wiwin menuju ruang terapi.

“Ini aja ngilu, ada-ada aja,” sahut Wiwin, seraya tersenyum.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!