Virtual Reality Diprediksi Raih Pendapatan Rp 11,7 T

redaksi.co.id - Virtual Reality Diprediksi Raih Pendapatan Rp 11,7 T Peneliti pasar Strategy Analytics mengatakan mereka memprediksi pendapatan perangkat virtual reality global akan mencapai US$ 895...

10 0

redaksi.co.id – Virtual Reality Diprediksi Raih Pendapatan Rp 11,7 T

Peneliti pasar Strategy Analytics mengatakan mereka memprediksi pendapatan perangkat virtual reality global akan mencapai US$ 895 juta (Rp 11,7 triliun) pada tahun 2016.

Sekitar 77 persen dari nilai itu berasal dari beberapa perangkat premium yang baru diluncurkan, yaitu Oculus, HTC dan Sony. Ketiga merek ini merupakan 13 persen dari volume pada tahun 2016. Perangkat berbasis smartphone dengan harga lebih rendah akan mendominasi pangsa pasar perangkat virtual reality sebesar 12,8 juta unit.

Strategy Analytics memandang 2016 sebagai tahun yang sangat penting untuk virtual reality berdasarkan berbagai faktor, dan juga mengelola ekspektasi akan menjadi penting mengingat kelangkaan konten yang tersedia dan keterbatasan teknis virtual reality level bawah.

Oculus VR meluncurkan Oculus Rift seharga US$ 600 pada 28 Maret, dan HTC meluncurkan HTC Vive berbasis SteamVR minggu ini. Sony berencana meluncurkan perangkat PlayStation VR pada bulan Oktober.

Sementara itu, Google Cardboard telah didistribusikan secara gratis secara meluas, dan Samsung meluncurkan perangkat VR yang berbasis mobile, Samsung Gear VR, November lalu.

Strategy Analytics memprediksi perangkat virtual reality high-end yang ditambatkan ke PC dan konsol game tidak akan melebihi 1,7 juta perangkat yang dikapalkan secara global pada tahun 2016 karena harga yang sangat tinggi.

Namun, kesadaran dan paparan sistem itu akan terbangun dengan cepat di 2016. Pada saat yang sama, konsumen smartphone dibombardir oleh perangkat VR berbiaya rendah dan dibundel.

Dengan pengelolaan ekosistem yang tepat, analis Strategy Analytics percaya bahwa VR berbasis smartphone dapat berfungsi efektif untuk membawa pengguna ke pengalaman VR berkualitas lebih tinggi.

Cliff Raskind, direktur Strategy Analytics, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Konsumen akan segera menghadapi keragaman yang luar biasa atas pilihan virtual reality mulai dari berbiaya ultra-rendah hingga super premium.

Sementara kami memprediksi pengguna berbasis smartphone mengambil bagian terbesar dari volume perangkat VR pada tahun 2016 di 87 persen dari pengiriman. Perangkat yang didukung PC dan Game Console akan mendominasi 77 persen dari pendapatan, tambahnya.

Selain itu , kami percaya VR memiliki potensi untuk mendorong perlombaan spesifikasi teknis baru di hardware seperti resolusi layar, GPU, penyimpanan dan kamera 360 derajat,” ujarnya.

VENTUREBEAT | ERWIN Z

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!