10 Hal Positif Menjadi Ibu Sambil Kerja

161

redaksi.co.id – 10 Hal Positif Menjadi Ibu Sambil Kerja

Ternyata masih banyak opini negatif seputar ibu yang bekerja atau working moms. Inilah yang sering bikin ibu bekerja merasa bersalah karena anak diduga kurang kasih sayang karena orangtua sibuk bekerja.Akibatnya si anak tumbuh dengan sifat-sifat negatif seperti jadi pembangkang, terlibat seks bebas atau narkoba.

Tapi, semua opini negatif itu gak selamanya benar loh. Gak bisa dibuktikan juga kan bahwa anak-anak yang punya sifat negatif berasal dari ibu bekerja. Bagi ibu bekerja jangan sedih dan berkecil hati, masih banyak kok dampak positif menjadi ibu bekerja, serta hal-hal positif yang bisa menimpa putra-putrinya.

1.Anak lebih mandiri

Anak-anak dari para ibu bekerja terbiasa melakukan semua hal sendiri alias mandiri. Gak ada yang mengambilkan mereka makan siang atau menyiapkan baju ganti sepulang sekolah.

Kebiasaan ini mereka lakukan bertahun-tahun, sehingga menumbuhkan sikap mandiri sedikit demi sedikit. Saat dewasa mereka akan bisa hidup mandiri jika terpaksa menjalani hidup jauh dari orangtua.

2.Ibu bekerja membatasi gadget

Para ibu bekerja sadar setiap waktunya bersama anak itu berharga. Jadi mereka gak akan menyentuh gadget ketika sedang bersama anak baik makan malam bersama, menemani anak main atau tidur. Saat ibu bekerja berada di rumah, perhatian hanya tertuju pada satu hal, yaitu anak-anaknya.

Zaman sekarang tuh hidup tanpa hape rasanya hambar ya, kayak sayur kurang garam ciiin!

3.Ibu bekerja gak mudah depresi

Depresi gak selalu dipicu oleh hal-hal yang ada di luar diri kita. Marah, cemas dan kesedihan berasal dari dalam diri dan bisa bikin kita mengalami depresi.

Ibu bekerja gak ada waktu menyimpan perasaan negatif semacam ini. Banyak hal lain untuk dipikirkan dan dikerjakan, semua harus selesai pada waktu yang telah ditentukan. Gak ada waktu untuk berdiam diri apalagi tenggelam dalam penyesalan.

4.Ibu bekerja adalah teladan bagi anak-anaknya

Bagi anak perempuan yang memiliki ibu bekerja, akan tumbuh menjadi wanita dewasa yang gak hanya memikirkan tentang menikah. Mereka akan mengembangkan potensi dan memiliki pencapaian di masa depan.

Memiliki anak bukan penghalang bagi wanita untuk mencapai tujuan hidup atau cita-citanya. Sementara anak laki-laki akan terbiasa dengan pekerjaan rumah tangga. Gak ada tuh gengsi mencuci piring atau membersihkan rumah, karena gak ada orang di rumah selain dia.

Baginya, gak ada yang namanya pekerjaan wanita atau pekerjaan pria. Semua pekerjaan itu penting, apa yang ia butuhkan tidak akan terpenuhi jika ia berdiam diri saja.

Dek, bantuin ibu cuci piring tapi jangan nyemplung ke bak ya hehehe

5.Anak ibu bekerja lebih baik dalam hal akademis

Ibu bekerja sudah punya jadwal yang harus dipatuhi setiap hari. Ia harus bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan sarapan dan menyiapkan anak-anak.

Ia baru akan tidur setelah anak-anak tidur. Lalu ia akan mengecek PR dan menyiapkan bahan untuk bekerja esok hari.

Anak-anak ibu bekerja menirukan semua yang dilakukan bundanya. Mereka akan lebih sering membaca, seperti ibunya yang sering membaca laporan dan kertas-kertas kerja.

Gak heran anak-anak tersebut bisa mendapatkan nilai rapor yang bagus, karena rajin membaca dan tahu kapan mereka harus bermain atau belajar.

6.Me time produktif

Me time itu sangat dibutuhkan oleh semua ibu agar bisa rehat sejenak dari kesibukan rumah tangga yang menguras emosi dan tenaga. Ibu bekerja sangat beruntung karena ia memiliki me time 8 jam selama 5-6 hari per minggu.

Me time ibu bekerja bisa sangat melelahkan karena itu artinya bekerja di kantor. Meski demikian, ia boleh bangga karena me time-nya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Senyum ibu kayak senyum iklan pasta gigi ya, manisss banget hehehe

7.Ibu bekerja lebih bahagia

Manusia yang gak melakukan apapun dan gak dibutuhkan siapapun akan merasa tertekan dan merasa hidupnya gak bermakna. Menjadi ibu rumah tangga, pekerja freelance dan ibu ketua PKK sekaligus memang melelahkan. Emosi bisa terpancing jika ibu gak pandai-pandai mengendalikannya.

Kita bahagia karena kehadiran kita diperhitungkan, dan perasaan semacam ini tidak bisa dibeli dengan uang.

8.Lingkungan pergaulan yang luas

Ibu yang bekerja punya kesempatan mengenal masyarakat lebih luas. Bisa berinteraksi dengan banyak orang, mulai dari teman kerja, atasan, kepala HRD, direktur sampai petugas cleaning service. Bumi ini terasa lebih indah karena punya banyak teman, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

9.Pengetahuan dan keterampilan terus berkembang

Kestabilan situasi keuangan rumah tangga kadang membuat para ibu berpuas diri dan berhenti belajar. Padahal ilmu pengetahuan dan skill membantu manusia mencari cara meraih impiannya. Impian pun gak terbatas pada semua yang berbau materi, bisa juga sesuatu yang sepele namun mendatangkan kepuasan dalam diri.

Misalnya, kamu ingin belajar Muay Thai atau bela diri lainnya atau hanya sekedar memiliki kebun sayur yang cantik di pekarangan rumah.

Berkebun seru ya, awas jangan main tanah kayak si kecil loh bunda hehehe

Menekuni sebuah pekerjaan akan memaksa ibu untuk terus belajar sesuatu yang baru setiap hari. Itulah yang nantinya akan membuat pengetahuan terus bertambah, skill semakin berkualitas dan rasa percaya diri pun semakin kuat.

10.Teguh pada pendirian

Ibu bekerja sering memperoleh tekanan secara gak langsung dari para ahli parenting dan kita tahu apa sebabnya. Para ibu bekerja gak perlu gentar menghadapi tantangan semacam ini. Toh moms sudah biasa adu argumen dengan kolega, klien maupun atasan tentang masalah pekerjaan, ya gak?

Semua ibu, baik bekerja maupun gak, pasti tahu apa yang terbaik untuk anak mereka. Mari putar balikkan pendapat miring ini dengan mendidik anak sebaik mungkin agar mereka tumbuh menjadi orang yang berguna.

(red/hmad/yaiku/AS)

loading...

Comments

comments!