Tips Kredit Mobil Dengan Gaji di Bawah Dua Digit

redaksi.co.id - Tips Kredit Mobil Dengan Gaji di Bawah Dua Digit Kebutuhan akan transportasi memang sebuah keniscayaan. Apalagi bagi para komuter yang rumahnya di ujung kota.Sarana...

51 0

redaksi.co.id – Tips Kredit Mobil Dengan Gaji di Bawah Dua Digit

Kebutuhan akan transportasi memang sebuah keniscayaan. Apalagi bagi para komuter yang rumahnya di ujung kota.

Sarana transportasi khususnya di Jakarta memang masih perlu perbaikan. Walaupun sekarang sedang tren transportasi berbasis aplikasi, faktanya masih banyak warga Jakarta yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Tengok saja deh, menurut data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro jaya pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 12% per tahun. Dengan kata lain, sebanyak 4,500 sepeda motor dan 1,600 mobil muncul setiap harinya.

Tapi gak sedikit juga orang-orang yang mengurungkan niat buat membeli kendaraan baru gara-gara gak pede dengan gaji per bulannya. Apalagi mau beli mobil. Wah kapan-kapan aja deh ya.

Padahal jaman sekarang semua serba gampang. Mau kredit mobil gak perlu nunggu sampai bertahun-tahun. Tinggal membandingkan produk secara online, kamu bisa leluasa memilih sesuai kemampuan.

Zaman udah serba internet bro, modal laptop sama internet, cuzzzz

Mau Beli Mobil dengan Gaji Ngepas, Gimana Caranya?

Memiliki gaji besar memang bakal membuat kita lebih leluasa memenuhi beragam kebutuhan, apalagi buat mencicil mobil. Tapi bukan berarti gaji di bawah dua digit gak bisa mengkredit mobil.

Dengan pengalokasian gaji yang tepat, memiliki mobil impian bukan lagi sekadar mimpi. Saat ini sudah banyak multifinance atau lembaga pembiayaan yang memberi kelonggaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengkredit mobil idaman.

Dengan syarat yang tergolong mudah dan uang muka rendah, proses pengajuan kredit pun gak memakan waktu lama. Tapi ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum mengajukan kredit mobil. Coba deh simak kriteria kredit mobil yang aman buat kantongmu.

1. Uang Muka

Sesuai peraturan Bank Indonesia pada Juni 2015, Saat ini uang muka untuk kredit kendaraan bermotor sudah turun dari yang tadinya 30% menjadi 20% dari harga jual. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor.

Maklum, perlambatan ekonomi global membuat pertumbuhan kredit kendaraan bermotor cuma menyentuh angka 4,88% per September 2015 atau Rp 123,17 triliun. Angka tersebut turun dari Rp 129,18 triliun pada September 2014.

Tapi jangan keburu jiper, banyak multifinance yang menggencet uang muka hingga Rp 10 juta. Biasanya itu bertepatan dengan promo dan cuma berlaku untuk jenis kendaraan tertentu.

Jangan sepelein duit ye bro, biar receh juga duit tuh,

2. Tenor

Tenor atau jangka waktu menentukan besaran cicilan kreditmu. Jadi pastikan dong, kamu sudah bikin kalkulasi yang gak bakal bikin cashflow terganggu.

Biasanya tenor yang ditetapkan mulai dari 1-5 tahun. Tapi ada juga beberapa multifinance yang memberikan jangka waktu sampai 8 tahun.

3. Bunga

Nah, perkara bunga ini juga penting. Kalau uang muka murah tapi bunga tinggi ya sama saja bohong.

Makanya selalu cari multifinance yang blak-blakan soal bunga. Jangan mau cuma disodorin besaran cicilan per bulan tanpa tahu bunganya berapa.

Sekedar contekan nih, besaran bunga yang masih masuk akal biasanya di kisaran 0,42% 0,71% untuk mobil baru dan 0,71% 0,90% untuk mobil bekas. Besaran bunga ini juga tergantung dari jangka waktu yang diambil. Makin cepat jangka waktunya, makin kecil juga bunganya.

Mas, saya mau beli mobil A, bunganya berapa yak? Cek and ricek bro, tanya aja semua jangan kelewat

4. Biaya-biaya lain

Ketika sudah pede membawa uang muka dan menuju diler mobil terdekat, jangan lupa kalau ada biaya-biaya lain kayak administrasi, provisi dan asuransi. Itu berarti kamu harus menyiapkan dana lebih buat uang muka.

Biaya administrasi ini bervariasi, biasanya berada di kisaran Rp 1 juta. Sementara biaya provisi sekitar 1% dari harga jual kendaraan.

5. Asuransi

Asuransi ini penting buat melindungi kendaraanmu. Jadi pastikan buat membeli asuransi kendaraan biar selalu tenang berkendara.

Biasanya pihak diler atau multifinance sudah menyertakan asuransi ini. Pastikan buat mengulik lebih dalam asuransi yang ditawarkan, apakah Total Loss Only (TLO) atau All Risk. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing dengan premi yang berbeda-beda tentu.

Ada juga pihak multifinance yang memberikan jaminan perluasan Tanggung Jawab Hukum kepada Pihak Ketiga (TJH III) dengan premi cuma Rp 100 ribu per tahun. Dengan perluasan ini, kamu gak perlu khawatir jika suatu saat menyebabkan kerugian kepada orang lain, karena semua bakal ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Maling nih akalnya ada aje ye, mas, mas, daripada maling mending kerja sono!

6. Syarat yang gak ribet

Syarat yang mudah berarti proses kredit bisa berjalan cepat. Iya dong. Semua kemudahan di atas bakal gak berarti kalau syarat yang dibutuhkan ribet dan bertele-tele.

Syarat standar yang biasanya diwajibkan adalah:

KTP

Kartu Keluarga

NPWP

Rekening koran 3 bulan

Slip gaji (bagi karyawan)

Simulasi

Coba yuk kita hitung-hitungan dulu. Misalnya saja Dido memiliki gaji Rp 7 juta per bulan dan baru saja melunasi kredit sepeda motornya. Dia memiliki tabungan sebesar Rp 30 juta hasil mengumpulkan tunjangan selama 3 tahun.

Dido tertarik memiliki mobil Honda Brio setelah melihat langsung di pameran. Harga Brio dipatok Rp 120 juta.

Setelah mencari kesana-kemari, Dido menemukan multifinance yang cuma mematok 20% dari harga jual. Setelah dihitung-hitung, keluar hasil seperti ini:

Harga Brio: Rp 120 juta

Uang muka 20%: Rp 24 juta

Biaya admin: Rp 1,95 juta

Biaya provisi: Rp 1,2 juta

Biaya asuransi TJH III: Rp 100 ribu

Total uang muka: Rp 27.250.000

Tabungan Dido masih cukup lah buat uang muka segitu. Tapi jangan lupa, Dido juga harus memperhitungkan cicilan per bulan dan jangka waktunya.

Setelah dipikir masak-masak, Dido setuju mengambil tenor 5 tahun. Bunga yang ditetapkan adalah 0,70% per bulan flat. Maka cicilan per bulannya adalah.

Pokok terutang (harga jual uang muka): Rp 96 juta

Bunga per bulan 0,70% flat

Tenor 60 bulan (5 tahun)

Angsuran sebelum bunga: Rp 96 juta : 60 = Rp 1,600,000

Angsuran dengan bunga: (Rp 96 juta x 0,70% x 5) : 60 = Rp 56 ribu + Rp 1.600.000 = Rp 1.656.000

Dengan gaji Rp 7 juta dan cicilan per bulan Rp 1.656.000, proporsi utang Dido masih tergolong di zona hijau alias aman. Jadi sah-sah saja jika Dido mau memboyong itu mobil.

Jangan mau diPHP-in sama sales ya bro, sadar diri juga sama kocek ente bro!

Yang jelas, kita harus realistis dalam memilih kendaraan. Kalau gaji sudah digerus utang, urungkan niat mengambil kredit kendaraan baru. Jangan sampai cuma karena prestis atau tren kita sampai abai dengan kondisi finansial kita.

angan Anda. Like Facebook page kami untuk mendapatkan artikel dan info terbaru dari kami.

(red/ngga/eksa/AR)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!